ketika harapan menjadi luka

eneng aisah
Chapter #4

Bab 4

Dua tahun ini, aku sangat berharap ayahku akan pulang dan akan membawa aku pergi bersamanya. Namun harapan itu tidak pernah terjadi semakin aku berharap semakin kecewa yang ku dapat sampai suatu hari aku di panggil bibi ternyata ada telepon dari ayahku.

''Hallo Ra apa kabar? ini ayah"

''Hallo juga ayah alhamduliah Rara baik. hmmm ayah kapan pulang Rara mau ikut sama ayah'' Kataku saat itu aku sangat senang akhirnya setelah telepon terakhir waktu itu aku bisa berbicara lagi dengan ayahku aku sangat merindukan suaranya itu.

''Ra ayah akan pulang''

Hore ayah akan pulang'' Kataku senang

''Ayah akan pulang tapi tidak sendiri ayah akan pulang bersama ibu baru kamu''

''Baik ayah''

Seketika itu hatiku yang awalnya senang berubah jadi sakit dan kecewa kenapa harus ibu baru itu artinya ibu tiriku lalu bagaimana dengan mamahku bukanya mereka belum bercerai.

Karena ayah bilang akan pulang antara sedih dan senang aku sedih karena ayah nikah lagi tanpa memikirkan mamahku aku senang karena aku kira ayah pulang karena ingin membawaku bersamanya. Tepat di hari ayah bilang akan pulang aku menunggunya dari pagi hingga tengah malam aku tidak masuk rumah tidak melakukan apaun meskipun di omelin karena aku pikir aku bakal di bawa ayah dan tidak akan di rumah nenek lagi. Tapi sampai tengah malam ayah tidak kujung datang hingga paginya pun tidak ada, sampai badanku demam tinggi karena kelamaan di luar karena waktu itu badanku lagi ga benar benar sehat juga. Tiba tiba bibi kerumah.

"Ayahmu tidak jadi pulang, mungkin bulan depan pulangnya" katanya ketus.

Aku hanya bisa mengangguk sambil tiduran karena badanku benar benar tidak kuat lemas sekali rasanya. Lagi lagi aku di kecewakan oleh harapanku sendiri padahal sudah sering begini tapi kenapa masi berharap, bodohkan aku?

"Belikan dia obat nanti dia mati bagaimana" Kata bibi tiba tiba, hemm bagaimana ya rasanya sungguh sakit luar biasa bukan sakit karena sakitnya tapi hatinya, haruskah bilang seperti itu di saat aku seperti ini? kalo tidak ikhlas aku juga tidak minta, mengapa memaksakan diri.

Lihat selengkapnya