ketika harapan menjadi luka

eneng aisah
Chapter #8

Bab. 8

Setahun Kemudian...

Rasa rindu yang begitu besar akhirnya mendorongku untuk pulang. Aku ingin melihat perkembangan adikku, ingin memastikan apakah uang yang kukirimkan selama ini digunakan dengan baik atau tidak. Aku membawa beberapa bingkisan dan tentu saja, sebuah amplop tebal berisi uang hasil jerih payahku banting tulang bekerja selama setahun di kota.

Saat kakiku melangkah memasuki halaman rumah itu, suasana terasa berubah drastis.

“Ya ampun, Raisa sudah pulang! Ayo masuk, Nak! Capek ya perjalanannya?”

Tanteku menyambutku dengan senyum lebar yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya, sangat berbeda jauh dengan wajah garang yang biasa kulihat dulu. Pamanku pun menyapa dengan ramah, sesuatu yang tak pernah kudapatkan selama tinggal di sini dulu.

Lihat selengkapnya