Blurb
Alika Wulandari hanya ingin menjual Paviliun Teduh, penginapan tua peninggalan neneknya yang menyimpan lebih banyak masalah daripada nilai jual. Sayangnya, bersama kunci bangunan itu, ia juga menerima sebuah larangan aneh: jangan menerima tamu ketika hujan jatuh ke atas.
Alika tidak percaya pada kutukan. Sampai suatu malam, hujan benar-benar bergerak menuju langit dan seorang lelaki asing muncul di depan pintunya membawa rahasia yang bahkan tidak mampu ia ingat sendiri.
Di Paviliun Teduh, setiap kamar menyimpan sesuatu. Ada nama yang seharusnya sudah hilang, pintu yang tidak tercatat di denah, dan perasaan yang terasa terlalu nyata untuk dipercaya.
Semakin Alika mencoba mencari jawaban, semakin ia menyadari bahwa beberapa misteri tidak hanya meminta untuk dipecahkan.
Beberapa di antaranya meminta seseorang untuk memilih.