Ketika Takdir Mengetuk Pintu Persahabatan

Ezra Jo
Chapter #12

Langkah Baru, Seragam Baru

BAB 12


Langkah Baru, Seragam Baru

Jakarta, Juli 2008



Liburan kelulusan terasa berlalu begitu cepat.

Pagi itu, matahari menyinari halaman luas SMA Prestigia Jakarta, sekolah lanjutan yang berdiri berdampingan dengan SMP Prestigia. Gedungnya lebih tinggi, suasananya lebih ramai, dan para siswa tampak lebih dewasa.

Hari pertama tahun ajaran baru dimulai.

Di depan gerbang sekolah, sebuah mobil hitam berhenti perlahan.

Elfaraz Antonio turun sambil mengenakan seragam putih abu-abu yang masih tampak baru.

Sebelum masuk, terdengar suara dari dalam mobil.

"Faraz."

Elfaraz menoleh.

Ayahnya tersenyum tipis.

"Selamat menikmati babak baru nak."

"Iya, Yah." Elfaraz mengangguk

Tak jauh di belakangnya, Ka Cika yang kini duduk di kelas XII membuka kaca mobil.

"Jangan bikin adik kelas takut sama wajah datarmu."

Elfaraz tersenyum kecil.

"Iya, Ka."

Ka Cika tertawa.

"Nanti kalau ketemu Ezra, sampaikan salam dari kakak ya El."

Elfaraz mengangguk sebelum berjalan memasuki gerbang sekolah.

Beberapa menit kemudian, sebuah mobil dinas berhenti di sisi lain gerbang.

Ezra turun sambil merapikan dasinya.

Ayahnya menepuk pelan bahunya.

"Selamat ya nak."

"Sudah sampai SMA."

"Terima kasih, Yah." Jawab Ezra sambil mencium tangan ayahnya

"Ingat..."

"Jangan pernah berubah." Lanjut Ayah

Ezra mengangguk.

"Iya yah baik.."

Ia melangkah masuk dengan senyum tenang.

Di dalam hatinya hanya ada satu pertanyaan.

"Semoga aku sekelas lagi dengan Elfaraz."

Papan pembagian kelas dipenuhi para siswa.

Suasana riuh.

"Aku masuk X-A!"

"Eh, kita sekelas!"

Ezra mencari namanya perlahan.

X-B

Matanya langsung bergerak ke bawah.

Elfaraz Antonio — X-B

Senyumnya langsung mengembang.

Tak lama kemudian, Elfaraz berdiri di sampingnya.

"Ketemu."

Ezra tertawa kecil.

"Iya."

Lihat selengkapnya