Blurb
Di pintu rumah itu ada tulisan tinta pudar: Kalau berantakan, ketuk dua kali.
Dara datang untuk menjual. Ia tidak datang untuk membuka pintu bagi siapa pun.
Tapi rumah tua di gang sempit Surabaya ini punya kebiasaan menerima orang-orang yang tidak tahu ke mana lagi mereka harus pergi. Lelaki yang memperbaiki engsel sebelum sarapan. Perempuan dengan kamera yang tidak bisa ia matikan. Mahasiswa yang takut lulus. Anak yang lari dari rumahnya sendiri.
Mereka bukan keluarga. Belum.
Sebuah cerita tentang rumah yang tahu satu hal yang belum dimengerti penghuninya: berantakan bukan alasan untuk ditolak. Berantakan adalah syarat untuk diperbolehkan masuk.