Ketukan Pertama
Rumah Kamboja sudah berdiri jauh sebelum Arkana Ibrahim lahir.
Rumah itu lebih tua daripada pohon-pohon kamboja di halamannya. Lebih tua daripada cerita-cerita tetangga tentang suara langkah di lorong kosong. Dan mungkin...
lebih tua daripada rahasia keluarga Baskara sendiri.
Di siang hari, rumah itu tampak seperti bangunan tua yang perlahan dilupakan waktu. Pilar-pilar tinggi menopang beranda luas yang catnya mulai mengelupas. Jendela-jendela besar tertutup tirai kusam. Lumut merambat di dinding seperti urat hijau yang tumbuh diam-diam selama bertahun-tahun.
Namun saat malam turun...
Rumah Kamboja berubah. Udara di sekitarnya terasa lebih dingin. Lampu jalan di depan gerbang sering berkedip tanpa alasan.
Dan dari dalam rumah kadang terdengar suara ketukan pelan.
Tang...
Tang...
Tang...
Tiga kali.
Selalu tiga kali.
Orang-orang sekitar memilih menutup jendela lebih awal daripada membicarakannya. Sebab siapa pun yang terlalu lama tinggal dekat rumah itu biasanya mulai mendengar sesuatu:
suara orang berjalan di lantai atas,
bisikan dari lorong belakang,
atau pintu yang diketuk tengah malam ketika seluruh penghuni rumah sudah tertidur.