Ketukan Ketiga

Tethy Ezokanzo
Chapter #6

Terjebak dalam Permainan 48 Jam

"Permainan apa?" Suara Arkana memecah keheningan.

Gideon menatapnya. Ekspresi lelaki tua itu berubah. Bukan takut. Bukan marah.

Melainkan seperti seseorang yang sedang menilai sesuatu.

"Sebelum meninggal," katanya perlahan, "Tuan Baskara meninggalkan instruksi."

"Instruksi untuk siapa?" tanya Ratih.

"Untuk seluruh keluarga."

Tirta mendengus. "Kalau ini soal warisan, katakan saja."

Tidak ada yang menanggapi.

Gideon melangkah menuju meja panjang di tengah aula. Di atasnya sudah tersedia sebuah kotak kayu hitam. Kotak itu tampak tua.

Sangat tua.

Permukaannya dipenuhi ukiran bunga kamboja yang saling bertaut seperti akar.

Gideon membuka tutupnya.

Klik.

Di dalamnya terdapat beberapa amplop tebal berwarna gading. Masing-masing bertuliskan nama.

Arkana.

Ratih.

Tirta.

Sena.

Arkana memperhatikan nama terakhir. Siapa Sena?

Tangannya mendadak terasa dingin. Karena tulisan itu dikenalnya.

Tulisan tangan Baskara. Mati-matian ia berusaha mengingat kapan terakhir kali melihatnya. Mungkin dua puluh tahun lalu.

Mungkin lebih.

"Apa isi surat itu?" tanya Tirta.

"Petunjuk." jawab Gideon pendek.

Ratih ikut bertanya, "Petunjuk menuju apa?"

Lihat selengkapnya