Tak seorang pun bergerak.
Ruangan musik yang tadi terasa luas mendadak menyempit. Cahaya lampu minyak di tangan Sena bergoyang pelan, membuat bayangan mereka merayap di dinding seperti makhluk yang sedang mengintai dari balik cat merah tua.
Duk.
Benturan kembali terdengar dari balik pintu besi bundar.
Lebih jelas.
Lebih dekat.
Arkana tidak mengalihkan pandangan. Suara itu berbeda dari suara rumah. Rumah Kamboja selalu berbunyi mekanis. Klik roda gigi. Gesekan rel. Desis uap.
Tetapi bunyi ini...
Tidak.
Ini terdengar seperti seseorang yang kehabisan tenaga.
Duk.
Ratih mencengkeram tasbih giok di tangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Aku tidak suka ini," bisiknya.
Tirta masih memegang batang besi yang diambil dari rak arsip. Ia mencoba tegar, Namun Arkana melihat keraguan di wajah pamannya.
Bukan takut pada sesuatu di balik pintu. Melainkan takut pada kemungkinan bahwa sesuatu itu memang ada.
"Ada bekas minyak baru."
Semua menoleh pada Arkana.
Ia menunjuk roda pemutar di tengah pintu. "Lihat."
Di sela-sela logam tua tampak lapisan pelumas yang masih mengilap.
Belum lama digunakan.
Sena mendekat. "Lalu?"
"Seseorang membuka pintu ini."
Ratih menggeleng cepat. "Itu tidak mungkin."
"Kenapa?" tanya Arkana.
Perempuan itu menatap pintu besi seolah benda itu menyimpan mimpi buruk yang selama ini berusaha ia kubur. "Karena Ayah melarang siapa pun turun ke bawah."
"Sejak kapan?" tanya Arkana lagi.
Ratih tidak menjawab.
Namun Arkana sudah tahu jawabannya. "Sejak Larasati menghilang."
Keheningan turun.
Dan kali ini diam Ratih terasa lebih jujur daripada kata-kata apa pun.
Duk.
Sebuah benturan lagi.
Lalu suara seretan pelan.
Krrrkkk...
Seperti telapak tangan yang diseret perlahan di permukaan logam dari sisi dalam.
Bulu kuduk Arkana berdiri.
Ratih memejamkan mata. "Jangan dibuka."
Tirta menatap pintu itu lama.
Sangat lama.
Kemudian berkata pelan, "Aku sudah terlalu lama takut pada rumah ini."
Ia melangkah maju.
"Tirta, jangan." Suara Ratih nyaris memohon.
Namun Tirta tidak berhenti. Tepat ketika tangannya menyentuh roda pemutar...
KLIK.
Seluruh ruangan mendadak gelap.