Ketukan Ketiga

Tethy Ezokanzo
Chapter #13

Semakin Dalam

Ratih adalah orang pertama yang bergerak. Bukan karena berani.

Justru karena ketakutan.

Perempuan itu berjalan perlahan di antara deretan lemari arsip yang menjulang hingga hampir menyentuh langit-langit batu. Jarinya gemetar ketika menyentuh salah satu laci besi.

Debu menempel di kulitnya.

"Ayah benar-benar menyimpan semua ini..." Suara Ratih terdengar seperti orang yang sedang berbicara kepada dirinya sendiri.

Tirta tidak menjawab. Pria itu tampak kehilangan kata-kata.

Arkana memperhatikan deretan label pada lemari. Sebagian hanya berisi tahun. Sebagian nama.

Sebagian lagi kode yang tidak ia pahami.

  1.  
  2.  
  3.  
  4.  

Ada puluhan tahun sejarah terkunci di dalam ruangan ini.

Dan entah mengapa, Arkana merasa seluruh ruangan sedang mengawasi mereka.

Tang...

Tang...

Tang...

Detak logam dari dalam rumah masih terdengar.

Jauh.

Namun kini terasa lebih lambat.

Seperti sesuatu yang sedang menunggu.

Sena membuka salah satu laci. Isinya map-map cokelat tua.

Rapi. Terlalu rapi.

"Arkana." Sena menyerahkan satu map.

Arkana membaca tulisan di sampulnya.

HARUN SETIAWAN

Ratih langsung membeku. "Pak Harun?"

"Siapa dia?" tanya Sena.

"Sopir keluarga." Ratih menelan ludah. "Dia menghilang waktu aku masih SMA."

Arkana membuka map itu. Di dalamnya terdapat foto pria paruh baya yang sedang berdiri di depan garasi Rumah Kamboja.

Tersenyum.

Masih hidup.

Masih utuh.

Lihat selengkapnya