Pintu bertuliskan LARASATI itu belum terbuka sepenuhnya.
Namun tak seorang pun bergerak mendekat. Mereka masih terpaku pada layar tua yang baru saja menyala. Pada pesan yang ditinggalkan seseorang dari masa lalu.
Seseorang yang selama ini hanya mereka kenal melalui cerita.
Melalui kemarahan.
Melalui luka.
Baskara Dewantara.
Tang.
Tang.
Tang.
Detak Jantung Rumah bergema ke seluruh kubah.
Pelan.
Berat.
Seperti langkah seseorang yang sudah sangat tua.
---
Layar berkedip. Garis-garis statis memenuhi permukaannya. Lalu gambar perlahan muncul.
Seorang pria duduk sendirian di depan kamera.
Ratih langsung mengenalinya. Begitu pula Tirta.
Baskara.
Bukan Baskara yang terbaring di menara.
Bukan Baskara dalam foto-foto tua.
Melainkan Baskara pada tahun-tahun terakhir sebelum semuanya runtuh.
Rambutnya telah memutih. Wajahnya kurus. Matanya cekung.
Ia terlihat sangat lelah.
Beberapa detik berlalu tanpa suara. Seolah pria itu sedang berusaha mengumpulkan keberanian.
Lalu akhirnya ia berbicara. "Jika kalian menemukan rekaman ini..." Suara Baskara terdengar pelan. Serak. "...berarti Larasati gagal menghentikanku."
Ratih menegang. Tirta mengepalkan tangan.
Namun Baskara melanjutkan. "Atau mungkin..." Ia tersenyum pahit. "...aku yang gagal menghentikan diriku sendiri."
Sunyi.
---
Tidak ada kesombongan.
Tidak ada pembelaan diri.
Hanya kelelahan.
Tang.
Tang.
Tang.
"Aku tidak tahu siapa yang menonton ini." kata Baskara.
"Mungkin Ratih."
"Mungkin Tirta."
"Mungkin Larasati."
Ia terdiam sesaat. "Lalu ada kemungkinan seorang anak laki-laki. Cucuku."
Arkana membeku.
Baskara menatap lurus ke kamera. "Jika itu kau, Arkana..."
Jantung Arkana langsung berdegup lebih cepat.
"...aku minta maaf."
Sunyi.
Sena bahkan berhenti bernapas. Karena mereka tidak menyangka itu.
Mereka menunggu penjelasan.
Mereka menunggu pembelaan.
Mereka menunggu alasan.
Tetapi yang datang justru permintaan maaf.
---
"Aku minta maaf karena kau harus datang ke rumah ini." lanjut Baskara.
Matanya memerah. "Aku minta maaf karena keluargaku mewariskan semua ini kepadamu."
Tang.
Tang.
Tang.
Baskara memejamkan mata. Dan ketika membukanya kembali...