Ketukan Ketiga

Tethy Ezokanzo
Chapter #30

Rumah yang Lapar

BRAAAKKK!

Seluruh ruangan berguncang. Rak-rak arsip bergetar hebat. Kotak-kotak logam berjatuhan ke lantai. Foto-foto beterbangan seperti kawanan burung yang kehilangan arah.

Ratih hampir terjatuh. Sena segera menangkap lengannya.

"Apa yang terjadi?!" teriaknya.

Tak ada yang menjawab. Karena bahkan Gideon tampak tidak mengerti.

Tang.

Tang.

Tang.

Detak rumah berubah liar. Tak beraturan.

Tidak lagi seperti jantung. Melainkan seperti sesuatu yang panik.

Atau marah.

Layar-layar di sepanjang ruangan menyala bersamaan.

Krekk!

Krekk!

Krekk!

Puluhan monitor tua memancarkan cahaya kehijauan.

Lalu satu kalimat muncul di semua layar.

ARSIP HILANG.

ARSIP HILANG.

ARSIP HILANG.

Sena mengernyit. "Arsip apa?"

Dan saat itulah Arkana menyadarinya.

Larasati.

Rumah masih mencari Larasati.

Dua puluh tahun.

Dua puluh tahun penuh.

Dan rumah tidak pernah berhasil menemukannya.

Tang.

Tang.

Tang.

Seluruh bangunan kembali bergetar.

Kini lebih keras.

Seolah fondasinya sendiri mulai retak.

Gideon menatap monitor-monitor itu. Wajahnya perlahan berubah pucat. "Oh tidak..."

"Apa?" tanya Tirta.

Pria tua itu menelan ludah. "Rumah menganggap Larasati bagian dari sistem."

Sunyi.

Ratih membeku.

"Karena selama dua puluh tahun dia berada di inti." lanjut Gideon.

"Rumah menganggap keberadaannya sebagai komponen penting."

Sena mulai mengerti. "Dan sekarang?"

Gideon memandang ke arah pintu yang tadi terbuka. Ke arah sumber suara Larasati.

"Rumah sadar seseorang sedang mencoba mengambilnya kembali."

Sunyi.

Kemudian seluruh layar berubah. Tulisan sebelumnya menghilang. Digantikan kalimat baru.

PERTAHANKAN ARSIP.

PERTAHANKAN ARSIP.

PERTAHANKAN ARSIP.

Tang.

Tang.

Lihat selengkapnya