Ketulusan yang Tak Berpintu

Siti Yulaeha
Chapter #2

Bab 2: Lembaran Baru yang Sunyi


Malam itu, Aira duduk sendirian di teras rumah.

Raka dan Arya sudah tertidur.

Angin berembus pelan.

Ia memandangi langit tanpa bintang.

"Apa aku salah terus bertahan?" gumamnya.

Pertanyaan itu tidak ditujukan kepada siapa pun.

Namun seseorang menjawab.

"Aku juga sering bertanya hal yang sama."

Aira menoleh.

Bapak Wirawan Santoso berdiri di dekat pagar.

Pria berusia enam puluh delapan tahun itu adalah seorang duda yang telah lama menjadi sahabat keluarganya.

Ia bukan orang kaya.

Bukan pula orang berpengaruh.

Namun selama beberapa tahun terakhir, ia selalu hadir ketika Aira membutuhkan seseorang untuk mendengarkan.

Tidak lebih.

Tidak kurang.

Mereka berbincang lama malam itu.

Lihat selengkapnya