Ketulusan yang Tak Berpintu

Siti Yulaeha
Chapter #3

Bab 3: Sabotase Kebahagiaan


Awalnya semuanya berjalan baik.

Bapak Wirawan Santoso tinggal di rumah Aira.

Raka dan Arya sangat menghormatinya.

Rumah yang dulu terasa sepi perlahan menjadi hangat.

Hingga anak-anak kandung Bapak Wirawan Santoso mulai menunjukkan penolakan mereka.

Mereka tidak pernah terang-terangan menyerang Aira.

Mereka memilih cara yang lebih halus.

Lebih menyakitkan. Lebih licik.

Suatu malam.

Aira menyiapkan makan malam istimewa.

Hari itu ulang tahun Bapak Wirawan Santoso.

Raka memanggang kue.

Arya membantu menata meja.

Mereka tertawa bersama.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, rumah itu terasa seperti keluarga utuh.

Lalu suara klakson terdengar dari luar.

Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah.

Salah satu anak Bapak Wirawan Santoso turun.

Wajahnya dingin.

"Ayah."

Bapak Wirawan Santoso keluar.

"Ada apa?"

"Kami sudah menunggu."

"Menunggu?"

"Keluarga berkumpul malam ini."

Bapak Wirawan Santoso terdiam.

"Tapi saya sedang makan malam dengan Aira."

Anaknya tersenyum tipis.

Senyum yang tidak pernah sampai ke mata.

"Kalau Ayah masih menganggap kami keluarga, ikut sekarang."

Kalimat itu seperti jebakan.

Bapak Wirawan Santoso menoleh ke arah rumah.

Melihat Aira berdiri di balik pintu.

Tersenyum.

Meski matanya menyimpan kecemasan.

Beberapa detik kemudian.

Bapak Wirawan Santoso mengambil jaketnya.

"Aku hanya sebentar."

Aira mengangguk.

"Tentu."

Ia bahkan membantu merapikan kerah bajunya.

Seperti seorang istri yang baik.

Mobil itu pergi.

Lihat selengkapnya