Ketulusan yang Tak Berpintu

Siti Yulaeha
Chapter #5

BAB 5 Rumah yang Tak Pernah Menjadi Rumah

Hari Raya tiba.

Untuk sebagian besar keluarga, itu adalah waktu berkumpul.

Waktu memaafkan.

Waktu berbagi kebahagiaan.

Namun bagi Aira, hari itu justru menjadi pengingat bahwa dirinya tidak pernah benar-benar diterima.

 

Pagi itu, ia bangun lebih awal.

Memasak berbagai hidangan favorit Bapak Wirawan Santoso.

Raka dan Arya membantu menata ruang tamu.

Rumah terasa hangat.

Penuh harapan.

"Apakah anak-anak Bapak Wirawan Santoso akan datang?" tanya Rama.

Aira tersenyum.

"Mungkin."

Meskipun dalam hatinya ia tidak yakin.

 

Menjelang siang, telepon Bapak Wirawan Santoso berdering.

Anak sulungnya menelepon.

Tak lama kemudian, satu per satu anak lainnya menghubungi.

Namun tidak satu pun mengatakan akan datang.

Mereka justru meminta Bapak Wirawan Santoso datang ke rumah keluarga besar.

Sendirian.

Tanpa Aira.

Tanpa Raka.

Tanpa Arya.

Bapak Wirawan Santoso terlihat gelisah.

Ia memegang ponsel cukup lama.

Seolah berharap ada satu kalimat yang berbeda.

Namun tidak ada.

 

Lihat selengkapnya