BAB 9
Ketulusan yang Membuka Pintu
Empat puluh hari setelah kepergian Bapak Wirawan Santoso, rumah Aira kembali sunyi.
Tidak ada lagi suara langkah pelan menuju dapur setiap pagi.
Tidak ada lagi permintaan sederhana untuk membuatkan teh hangat.
Tidak ada lagi cerita-cerita masa muda yang sering diulang berkali-kali oleh lelaki tua itu.
Yang tersisa hanyalah kenangan.
Dan kerinduan.
Meski demikian, hidup harus terus berjalan.
Aira kembali aktif memimpin perusahaannya.
Arya telah memasuki tahun terakhir kuliah.
Sedangkan Raka mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan di sekolah.
Mereka berusaha bangkit.
Meski kehilangan itu masih terasa.
Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.
Suatu pagi, telepon dari notaris datang.
"Waktu pembacaan wasiat sudah ditentukan, Bu."
Aira terdiam beberapa saat.
"Baik."
Ia tahu hari itu pada akhirnya akan tiba.
Hari yang selama ini menjadi sumber kecurigaan banyak orang.
Hari ketika seluruh keluarga Bapak Wirawan Santoso akan berkumpul kembali.
Ruang kantor notaris terasa dingin.
Anak-anak kandung Bapak Wirawan Santoso hadir lengkap.
Sebagian terlihat tegang.
Sebagian lainnya tampak gelisah.
Aira datang bersama Raka dan Arya.
Tidak ada percakapan berarti.
Hanya sapaan singkat yang canggung.
Hubungan mereka memang mulai membaik sejak surat terakhir Bapak Wirawan Santoso dibacakan.
Namun luka bertahun-tahun tidak bisa sembuh dalam semalam.
Notaris membuka map besar di hadapannya.
Lalu mulai membacakan isi wasiat.
Sebagian besar aset dibagi rata kepada anak-anak kandung Bapak Wirawan Santoso.
Rumah lama keluarga.
Tanah perkebunan.
Tabungan investasi.
Semuanya telah diatur dengan rinci.
Suasana berlangsung tenang.
Hingga notaris membaca bagian terakhir.
"Almarhum juga menetapkan sebuah rumah kecil di daerah pegunungan dan sejumlah dana tabungan atas nama Ibu Aira."
Ruangan mendadak hening.
Meski jumlahnya jauh lebih kecil dibanding bagian yang diterima anak-anak kandungnya, kalimat itu cukup membuat beberapa orang saling berpandangan.
Aira sendiri terlihat terkejut.
Ia tidak pernah mengetahui hal tersebut.