Kiamat Masih Lama

Langlang R
Chapter #18

MARNO ADALAH HERO

MARNO ADALAH HERO

   

Umar sedang berjongkok guna mencuci roda motor Arni, saat sorot lampu mobil menabrak gerbang besi holo berlapis viber hijau membuat garasi dan sebagian rumah malam itu ikut berwarna hijau. Umar tak peduli karena menduga itu adalah mobil Kobir yang sedang menikung sebelum menuju ke garasi rumahnya sendiri. Tapi cahaya itu tidak beranjak pergi, terdengar samar-samar suara Yuni, juga pintu rumah Umar yang terbuka saat Arni keluar.

Belum sempat kepala Arni melongok, gerbang sudah terbuka. Yuni muncul dengan banyak jinjingan belanja di tangan, berlatar mobil besar hitam mengkilap yang perlahan melaju meninggalkan rumah Yuni lewat jalan putar balik di samping rumah Kobir. Tak lama setelah itu barulah mobil Kobir muncul, menyapa Yuni dengan cara yang tak biasa sambil tertawa, membuat Arni terheran. Dia memandangi sejenak percakapan asing antara Yuni dan Kobir.

“Bu Bos, nanti sisanya saya anterin ke rumah ya?”

“Nggak usah. Kirim ke kantor saja besok.”

“Lho. Jangan begitu, Bu Bos. Saya besok padat.”

“Ya sudah nanti saja.”

“Tapi Pak Her nanti nanyain.”

“Ya sudah,” Yuni jengah meladeni Kobir.

“Eh, Bu Bos. Nggak nyangka ya.”

“Permisi.”

Yuni berbalik badan. Umar memilih segera memeras kanebo dan menjemurnya di ubun-ubun keran, lalu lekas masuk, meninggalkan Yuni dan Arni yang belum saling bicara. Arni melepas lenyapnya tubuh Umar di balik pintu dengan tatapan biasa namun napasnya mendadak berat sendiri. Arni mencoba tersenyum kepada Yuni yang sibuk mencopot sepatu lalu meletakannya di rak-rak sandal yang terbuat dari plastik. Tanpa melepas jinjingan di dua tangannya, dua kaki Yuni berhasil saling melepas alas kaki. Barulah Yuni melirik Arni, dan tersenyum dengan wajah yang pasrah jika Arni hendak menghakimi di saat Yuni merasa amat letih.

“Kamu nggak nanya siapa yang di mobil tadi?”

Arni terdiam. Perlahan dia menggeleng.

“Kamu pengen tau kenapa sikap Kobir berubah?”

Arni tak tahu harus merespon seperti apa, karena dia telah berjanji di depan makam Agni ia sama sekali tak akan memojokkan Yuni atas apa pun yang terjadi setelah Yuni pulang ke rumah di hari pertama kerja. Arni tak mau membongkar-bongkar keterangan dengan kebiasaannya yang interogatif selama ini. Dia hanya butuh celah sedikit saja untuk masuk ke hati kecil Yuni, lalu meminta nurani Yuni untuk menyadari ada yang salah dengan keputusannya. Tapi Arni sadar, saat ini bukanlah saat yang tepat. Jauh sebelum Yuni pulang, Arni yakin dia sudah membayangkan apa reaksi Arni dan Umar melihatnya pulang diantar orang lain. Ditambah sikapnya kepada Kobir hari ini langsung berubah entah karena hal apa. Arni melihat, kedekatan Kobir dan Yuni terlalu mendadak, dan jelas menyakiti Umar.

Lihat selengkapnya