Kill the Kunti

Tirani K. C.
Chapter #3

Melenceng

Mungkin bisa dibilang teman yang dibawa Gilang ini ... feminim. Satu-satunya orang feminim di tim kami. Gilang sengaja mengajak temannya untuk menjadi teman ... oh, tidak, bodyguard Willi. Karena anak itu tidak punya teman perempuan di antara kami. Yah, walaupun Gilang kem*yu pun, tidak bisa dibilang perempuan karena fisiknya laki-laki.

"Hai," sapanya kepada kami, "aku Tessa, izinkan aku bergabung dengan kalian."

"Ah, sudah pasti diizinkan. Kan kamu diajak," sahut Galang.

"Betul, betul," timpal Gilang.

Willi yang irit bicara, tiba-tiba nyeletuk, "kayak kunti."

Apa yang dia maksud 'kayak kunti' itu Tessa? Dari tadi kulihat dia melirik terus ke arahnya. Seperti tatapan tidak suka. Atau mungkin dia trauma dengan apa yang dialami di sekolah. Karena yang mengucilkan dia anak-anak perempuan yang mayoritas feminim.

"Mulutmu, Will. Yang sopan lah," tegurku. Semoga dia dapat mengatur kata-katanya.

Saking irit bicaranya, Willi aku kasih peran sebagai camerawoman, sesekali muncul bersama kami, tapi dia hanya diam dan melirik-lirik lensa kamera. Keras kepala, kaku, tidak suka dibantah, begitulah dia.

Lihat selengkapnya