Kill the Kunti

Tirani K. C.
Chapter #4

Berpisah

Di sini tidak ada aliran listrik, kecuali di warung-warung. Lagi pula, tidak ada yang buka sore begini. Itu kenapa, kami mengisi perut dahulu sebelum sore tiba, sembari menumpang untuk cas ponsel dan peralatan lainnya yang menggunakan baterai. Bayar, sih. 

Sebenarnya Gilang sudah menyiapkan banyak makanan ringan di ranselnya untuk kami makan jika lapar nanti, tapi harus dihemat juga.

"Kuy, naik!" Galang mengangkat tangannya seperti mengangkat piala FIFA World Cup saja.

"Naik ke mana?" tanya Tessa.

"Si Gilang ga bilang? Ke gunung lah. Nggak juga, sih. Diem-diem kita belok ke hutannya aja."

"Apa nggak bahaya?"

"Justru ini mau menantang bahaya," sahutku malas.

Sudah pukul 18.23. Kami tertinggal pendaki lain yang mungkin sudah sampai puncaknya. Memang niat kami bukan mendaki, tetapi membuat konten, serta menantang makhluk tak kasat mata yang mungkin saja tidak ada.

Lihat selengkapnya