-Aji-
Aku benar-benar panik waktu itu, sampai-sampai aku berteriak. Tidak sadar bahwa hal itu akan memancing keributan. Perempuan putih itu, senyumnya ... senyuman jahat.
Dia melemparku dengan pisau dapur. Beruntung saja Willi sigap. Dengan mengorbankan ranselnya dia telah menyelamatkan nyawaku.
Kuntilanak terbang tadi sudah tidak terlihat, atau ... ia merasuki tubuh Susi? Kulihat dia tidak ada sedikit pun rasa amarah pada kami. Dia hanya mencari keberadaan kakaknya, tapi anehnya dia membawa pisau dapur.
Hais, dia tadi tidak membawa pisau dapur sama sekali, bagaimana mungkin pisau seperti itu dikantongi dengan badan terjatuh? Tessa! Bisa jadi dia yang mengantonginya lebih dulu dan menaruh ke kantong Susi.
Susi merogoh-rogoh bagian pakaiannya, mencari benda lain untuk menyakiti kami. Kami berlari, tetapi Galang terjatuh. "Galang!" teriakku panik.
"Hihihi, aku lupa curi yang lainnya," cekikiknya. Tangannya diangkat ke depan hendak mencekik Galang yang terjatuh.