Kirana's Rooms: Jarak Diantara Kita

KiraNico
Chapter #5

My Brother, My Enemy

🌛 Rumah - Malam Hari, 19:42

Aku berbaring telentang di sofa, membiarkan suara bising TV menjadi latar belakang lamunanku. Tanganku bergerak otomatis, memasukkan biskuit ke mulut satu per satu sambil menatap langit-langit. Benar-benar malam yang damai...

Tiba-tiba, sebuah bayangan menutupi cahaya lampu plafon. "Masih memikirkan pangeran tampanmu itu, Kirana?"

"Uhuk! Khuekk!"

Aku tersedak remahan biskuit yang langsung menusuk tenggorokan. Aku menoleh tajam pada Gerry. "Huh? Siapa? Dan tolong jangan tiba-tiba muncul begitu!"

"Nico," ucapnya, menekan setiap suku kata, mengamati perubahan raut di wajahku.

"Kenapa memangnya?" Aku mencoba bersuara sedatar mungkin, meski jantungku mulai... Deg. Deg. Deg.

"Tadi sore aku bertemu dia di sekolah," sahut Gerry sembari mengempaskan diri di sofa.

"Terus?" Aku langsung bangkit duduk.

​"Anak-anak kelas dua belas sedang bosan, jadi kami mengisi waktu bermain voli di lapangan. Terus Nico datang, dan kami mengajaknya bergabung. Dia masuk ke tim lawanku. Gerakannya bersih, timku sampai dibantai dua set langsung. Dan selesai main, kami sempat mengobrol... asyik juga."

Mengobrol? Aku mencium aroma bencana. "Tidak mungkin cuma mengobrol, kan?" Aku menyipitkan mata, curiga.

"Cuma mengobrol, serius," ucapnya enteng. Lalu sudut bibirnya terangkat, "Dan..." Ia menjeda beberapa detik, "KAMI BERTUKAR NOMOR PONSEL."

Lihat selengkapnya