Bunga Kuning di Tengah Kesepian
Sejak kecil, Naruto Uzumaki selalu terbiasa sendiri. Tatapan sinis dan bisikan warga Konoha menjadi hal yang ia hadapi setiap hari. Ia berusaha menutupinya dengan senyum lebar dan tingkah usil, berharap suatu hari ada yang benar-benar melihat dirinya apa adanya.
Hari itu, di Akademi Ninja, Naruto duduk sendirian di halaman belakang. Ia kesal karena kembali dimarahi guru dan diejek teman-temannya. Saat itulah seorang gadis berambut pirang dengan mata cerah mendekatinya sambil membawa bunga kuning kecil.
“Kamu kelihatan bodoh kalau murung begitu,” kata gadis itu blak-blakan.
Naruto terkejut. “Hah? Siapa kamu berani-beraninya ngomel ke aku?”
“Aku Ino Yamanaka,” jawabnya santai. “Dan kamu Naruto, kan? Anak yang selalu teriak-teriak itu.”
Naruto cemberut, tapi entah kenapa ia tidak marah. Ino lalu duduk di sampingnya dan menyelipkan bunga kuning itu ke tangannya.
“Bunga ini tahan tumbuh di mana saja,” kata Ino. “Mirip kamu.”
Itu adalah pertama kalinya Naruto pulang dengan perasaan hangat di dadanya.
Teman yang Selalu Jujur
Seiring waktu, Naruto dan Ino sering bertemu. Ino tidak pernah memanjakannya, tapi juga tidak pernah menjauhinya. Ia menegur Naruto saat bertingkah bodoh, namun juga membelanya saat orang lain meremehkan.
Naruto menyukai itu.
Saat Naruto gagal latihan, Ino akan berkata, “Kamu memang payah hari ini, tapi besok kamu pasti lebih baik.”