Kisah Cinta Naruto Dan Ino

Teori Montella
Chapter #3

Janji

Janji di Tengah Kesibukan Desa

Setelah pengakuan di bawah cahaya bulan, kabar tentang Naruto dan Ino menyebar cepat di Konoha—lebih cepat dari yang Naruto bayangkan.


“KENAPA SEMUA ORANG SUDAH TAHU?!” teriak Naruto di jalan utama desa.


Ino hanya tersenyum sambil berjalan di sampingnya. “Kamu melamar di bawah bulan terang-terangan. Apa kamu kira desa sensor seperti Konoha bisa tidak tahu?”


Naruto menggaruk kepala, tertawa gugup. Namun di balik itu, hatinya terasa penuh. Untuk pertama kalinya, masa depan terasa nyata—dan tidak ia jalani sendirian.


Persiapan yang Tidak Mudah

Tsunade—yang akhirnya kembali ikut campur—menetapkan satu keputusan penting.


“Pernikahan pahlawan perang dan kepala klan Yamanaka tidak boleh sembarangan,” katanya tegas. “Tapi juga tidak boleh berlebihan.”


Ino langsung sibuk dengan persiapan:

kimono pernikahan, bunga, susunan upacara, dan tradisi klan.


Naruto?


Ia bingung sejak hari pertama.


“Aku harus pakai apa?”

“Kapan aku harus berdiri?”

“Kenapa banyak sekali tamu?”


Ino terkekeh. “Tenang saja. Tugasmu cuma satu.”


“Apa itu?”


“Datang… dan jangan kabur.”


Bunga, Warna, dan Kenangan

Lihat selengkapnya