Hari-Hari yang Tidak Sempurna
Minggu pertama pernikahan Naruto dan Ino jauh dari kata rapi.
Naruto lupa menaruh sandal di tempatnya.
Ino lupa Naruto bukan orang yang langsung paham kode halus.
“Kenapa kamu diam saja?” tanya Naruto suatu sore.
Ino menatapnya. “Karena kamu belum sadar.”
Naruto panik. “Sadar apa?!”
Ino akhirnya tertawa. “Tenang. Aku cuma capek.”
Naruto menghela napas lega. “Jangan bikin jantungku copot begitu…”
Mereka belajar—perlahan—bahwa menikah bukan soal selalu mengerti, tapi mau bertanya dan mendengar.
Naruto Belajar Menjadi Suami
Naruto mencoba melakukan hal-hal kecil.
Menyapu halaman (meski setengahnya terlewat).
Membelikan bunga tanpa alasan.
Menunggu Ino pulang dari tugas.
Suatu malam, Ino pulang dan melihat Naruto tertidur di ruang tamu, masih mengenakan jaketnya.
Ia menyelimuti Naruto.
Naruto membuka mata setengah sadar.
“Oh… kamu sudah pulang.”
Ino tersenyum. “Aku selalu pulang.”
Naruto memejamkan mata lagi, tersenyum kecil.