Pilihan yang Datang dari Hati
Keputusan itu tidak datang tiba-tiba.
Suatu pagi, Ino duduk di teras rumah sambil merapikan bunga. Naruto sedang berlatih ringan di halaman, sesekali melirik ke arahnya.
“Ino,” kata Naruto tiba-tiba, “kamu kelihatan banyak mikir.”
Ino tersenyum kecil. “Aku memang sedang memikirkan masa depan.”
Naruto langsung tegang. “Aku salah apa?”
Ino tertawa. “Bukan tentang itu.”
Ia berdiri dan menatap Naruto dengan serius namun lembut.
“Aku ingin… lebih banyak berada di rumah.”
Naruto terdiam. “Maksudmu… berhenti jadi ninja aktif?”
Ino mengangguk pelan.
“Aku tidak berhenti menjadi diriku. Aku hanya ingin memilih peran yang berbeda.”
Bukan Karena Berhenti Bermimpi
Naruto terlihat ragu. “Aku tidak mau kamu merasa terpaksa karena aku.”
Ino mendekat dan menggenggam tangannya.
“Aku memilih ini bukan karena kamu membatasi,” katanya.
“Aku memilih ini karena aku ingin membangun sesuatu… dari rumah.”
Ia menatap sekeliling.
“Tempat ini. Kehidupan ini.”
Naruto menghela napas lega, lalu tersenyum.
“Kalau itu pilihanmu,” katanya pelan,
“aku akan mendukungmu sepenuhnya.”