Anto adalah ayah dari seorang anak perempuan berumur 4 tahun, dan suami dari seorang perempuan yang dia nikahi beberapa tahun yang lalu. Anto tinggal di sebuah rumah kost-kostan yang cukup sederhana di Bogor, dan setiap hari menempuh jarak yang cukup jauh untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Sekilas tidak ada yang aneh dengan hidup Anto dan keluarga besarnya. Hingga beberapa tahun yang lalu, sebuah hal aneh terjadi.
Hari itu sudah agak malam, jam menunjukkan pukul 8 malam. Anto yang baru saja pulang kerja sedang duduk di teras rumahnya, sedangkan istri dan anaknya berada di dalam rumah. Tiba-tiba Anto mendengar suara istrinya memanggil namanya dari dalam rumah. Dari nada suaranya, sepertinya ada hal yang cukup serius sedang terjadi.
Anto buru-buru mendatangi istrinya. Istri Anto memanggil dari dapur, saat Anto sampai di dapur, ia mendapati istri dan anaknya berada di sisi dapur.
“Ada apa mah?” tanya Anto begitu sampai di dapur.
“Itu pah, ada kelabang gede banget,” jawab istrinya seraya menunjuk ke meja dapur.
Ternyata benar, ada seekor kelabang berukuran cukup besar tengah merayap di meja dapurnya.
“Tenang mah, papah usir kelabangnya.”
Anto mengambil sebuah tongkat kayu, lalu menusuk kelabang itu hingga terjatuh di lantai dapur. Saat kelabang itu terjatuh di lantai dapur, Anto menekan tubuh kelabang itu dengan kayu yang dia pegang hingga membuat tubuh kelabang itu terbelah menjadi dua. Kelabang itu sempat menggeliat, akhirnya kelabang itu mati. Anto mengambil sapu lalu menyapu tubuh kelabang yang sudah mati itu hingga keluar dan membuangnya ke tempat sampah.
Masalah malam itu selesai, Anto melanjutkan kembali kegiatannya. Tetapi pada malam harinya Anto bermimpi buruk. Dia bermimpi dikejar oleh makhluk hitam besar yang hendak mencekiknya. Mimpi itu membuat Anto terbangun di malam hari, namun Anto melanjutkan kembali tidurnya.
Ketika bangun esok harinya, Anto merasa tubuhnya lemah sekali. Kepalanya berat dan suhu tubuhnya tinggi. Istrinya berusaha mencegah Anto untuk berangkat bekerja, tapi Anto tetap berkeras untuk berangkat. Dia mengatakan dirinya baik-baik saja, dan akan lebih baik setelah minum obat. Namun sebaliknya, kondisi Anto bertambah buruk hingga Anto pingsan di kantornya. Teman-temannya mengantarkan Anto pulang ke rumahnya.
Anto mengidap demam yang cukup tinggi dan tidak dapat berjalan. Anto hanya terbaring di tempat tidurnya. Sang istri merawatnya dengan penuh kesabaran. Saat dibawa ke rumah sakit, dokter hanya mengatakan Anto mengidap flu saja, namanya agak janggal. Bagaimana flu bisa menyebabkan demam tinggi, dan kondisi tubuh selemah ini. Dokter hanya memberikan obat flu, dan penurun demam.
Semenjak itu Anto tidak masuk kerja, tergeletak lemah di tempat tidur. Awalnya istri Anto memaklumi sakit suaminya, namun lama-kelamaan ia merasa ada yang aneh dengan sakit suaminya. Hampir setiap malam Anto menggigil, seperti dikejar-kejar sesuatu. Tidurnya tidak pernah nyenyak, selalu saja berteriak-teriak saat tidur. Kondisi ini membuat istrinya khawatir. Apalagi semenjak Anto sakit, anak perempuannya juga bertingkah aneh. Dia selalu memerhatikan ayahnya yang tengah terbaring di atas kasur. Awalnya istri Anto mengira demikian, tetapi setelah diperhatikan, ternyata anak perempuan Anto tidak memerhatikan ayahnya namun memerhatikan ke arah tembok di sisi tempat tidur Anto. Istrinya Anto yakin akan hal ini.
Saat istri Anto menanyakan apa yang dilihat anak perempuannya, bocah itu langsung lari ke kamarnya. Ini membuat istri Anto semakin curiga, ditambah perasaannya yang mengatakan ada kehadiran sesuatu di rumah mereka. Keadaan Anto semakin memburuk, hampir seharian Anto selalu tertidur. Suhu tubuhnya pun masih tinggi, hal ini membuat istrinya semakin cemas. Dia tidak bisa tidur semalaman karena menjaga Anto. Beberapa teman Anto yang menjenguk juga kebingungan. Padahal Anto tidak pernah sakit hingga separah ini, dan biasanya sakit yang diderita Anto dapat sembuh hanya dalam beberapa hari saja. Perasaan istri Anto pun semakin kuat, dan yakin akan kehadiran sesuatu di kamar mereka. Dia dapat merasakan perubahan suhu kamarnya yang dapat berganti secara tiba-tiba, dari dingin menjadi panas atau sebaliknya. Saat tengah malam, dia juga sering mendengar suara dengkuran di kamarnya. Namun Anto tidak pernah mendengarnya saat terjaga, dan tidak ada orang lain selain dia dan Anto. Belum lagi bau busuk yang dapat tiba-tiba tercium, tidak jelas asalnya dari mana. Istri Anto sering tertidur saat menjaga Anto pada malam hari. Saat dia terbangun, kadang dia melihat bayangan hitam berkelebat di sudut-sudut kamar, dan udara tiba-tiba menjadi sangat dingin.