KISS ME FIRST, KILL ME LATER

Arata Kaivan
Chapter #12

12. AKTE KEMATIAN

Pukul dua malam lewat tiga puluh menit. Bunyi dengung dari AC jendela makin berisik. Cahaya lampu jalan masuk melalui celah tirai. Kelopak mata Skye terbuka perlahan. Ia bangkit, mengusap wajahnya.

Skye menoleh ke arah pintu. Baskara tidur dengan posisi duduk bersandar ke dinding samping pintu.

"Kirain terminator, ternyata masih bisa tidur juga." Skye menarik laptop di samping bantal, lalu membukanya.

Layar laptop berkedip dua kali sebelum menampilkan halaman awal. Jemark Skye bergerak di atas papan tik, melakukan penyaringan data administratif berdasarkan nama Anisa Agustina.

​Berkas demi berkas terbuka. Matanya memicing tajam, memindai barisan teks dan dokumen pindaian berlogo instansi resmi yang terselip di antara arsip kependudukan lama. Lembaran digital dengan cap merah terang terpampang nyata di layar.

"Lo beneran udah mati, Cha?" Skye menatap akte kematian Anisa Agustina di layar laptopnya.

​Di sudut ruangan, napas Baskara yang tadinya teratur tiba-tiba terputus, bahunya bergeser. Terdengar bunyi tulang lehernya bergemeretak pelan saat ia mendongak.

​Baskara mengerjap berkali-kali, berusaha mengusir sisa kantuk dari matanya yang merah. ​"Udah bangun dari jam berapa?" matanya menyipit menangkap pantulan cahaya layar yang menerangi wajah Skye.

"Gue dapet datanya," bisik Skye, suaranya parau.

"Alamatnya?" Tanya Baskara tanpa menoleh.

Skye terdiam beberapa detik, matanya melebar menatap baris kalimat hukum yang tertera di tengah kotak dialog putih di monitornya. "Bukan alamat rumah... tapi akta kematian."

Baskara berdiri, berjalan mendekat ke jendela.

Skye memutar laptopnya sedikit ke arah Baskara. "Anisa Agustina. Alias Chacha tercatat secara administratif meninggal dunia secara tahun 2018."

"Penyebab kematiannya?" Baskara melangkah mendekat.

"Kecelakaan operasional akibat insiden kebakaran rumah di Jagakarsa." Skye membaca baris teks. "Datanya... cocok seratus persen sama cerita Om Bewok, Bas."

Baskara melipat kedua tangannya di depan dada. "Artinya fakta membuktikan kalau cerita orang tua itu akurat."

Skye mendengus, jarinya bergerak kasar menutup dokumen akta kematian kembali ke dalam folder arsip terenkripsi. "Iya. Masalahnya data ini... kelihatan terlalu bersih, terlalu rapi, dan terlalu sempurna buat ukuran dokumen korban kebakaran, Bas."

Baskara menaikkan satu alisnya tipis. "Maksud lo?"

"Gue makin nggak suka sama isi file yang berhubungan sama Chacha." Mata Skye menyipit menatap baris stempel kelurahan digital di sudut bawah. biasanya semua dokumen yang penampilannya terlalu rapi tanpa ada cacat log sejarah penundaan... pasti disetrika dan dirapiin sama orang-orang besar yang punya alasan kuat buat menutupi kusutnya fakta."

"Atau ada pilihan logika yang lebih sederhana... dia memang benar-benar sudah mati di dalam kebakaran itu, Skye," sahut Baskara.

Skye mendongak menatap lurus ke mata Baskara. "Kalau dia ini emang terbukti udah mati tahun 2018... terus lo bisa jelasin pake teori taktis hebat lo gak? Siapa hantu siber yang ninggalin jejak pola indentasi kode spesifik miliknya di server pertahanan pusat pemerintah pas kekacauan Covid?!"

Lihat selengkapnya