KISS ME FIRST, KILL ME LATER

Arata Kaivan
Chapter #13

13. IDENTITAS

Pintu kayu menutup pelan di belakang mereka, menyisakan bunyi gesekan logam yang menggema di bangunan kosong itu. Cahaya bulan masuk dari genting yang berlubang, memantulkan bayangan rangka-rangka besi tua yang sudah dipenuhi sarang laba-laba.

Baskara berdiri beberapa detik tanpa bergerak, Matanya menyapu setiap sudut ruangan. Jendela, tangga, lorong belakang dan pintu samping.

Skye menjatuhkan ranselnya ke lantai. "Anjing..." Ia terduduk bersandar ke dinding. "Cuma gara-gara nyolong database gue jadi dikejar-kejar kayak buronan."

Baskara berjalan ke arah lorong. "Bukan karena datanya." Ia menoleh ke Skye. "Tapi isi di dalam datanya."

Skye mendongak. "Dari kemarin gue penasaran. Kenapa lo ikut ngincer data ini juga?" Matanya menyipit menatap Baskara. "Lo tau isinya tentang apa?"

Langkah kaki Baskara bergerak ke arah tangga. "Kalau gue tau, ngapain gue jagain lo dari kejaran New Hydra."

Dahi Skye berkerut. "Jadi?"

"Gue juga nggak tau Skye." Baskara berjalan mendekati Skye. "Dan kalau mereka ngejar lo seniat itu. Ada sesuatu di dalam data itu."

Skye mengembuskan napas panjang, lalu menyandarkan kepalanya ke dinding kayu yang dingin. "Gue tuh dulu cita-citanya simpel, Bas."

Baskara menoleh sekilas. "Apa?"

"Jadi hacker yang dicari perusahaan buat direkrut."

"Terus?"

"Eh, malah dicari organisasi buat dibunuh."Baskara mengangguk kecil. "Masih sama-sama dicari."Skye menatapnya datar beberapa detik. "Lo tuh kalau ngelucu... bikin orang pengen nabok."

Ia mendengus, lalu mengeluarkan laptopnya. Layar memunculkan tampilan halaman terakhir sebelum mereka keluar dari Hotel Melati.

"Soal tiga identitas yang lo temuin." Baskara duduk bersandar di samping pintu. "Lanjutin teori lo."

Skye memutar laptopnya, ia menunjuk kotak dokumen pertama di sudut kiri layarnya. "Nama pertama yang muncul setelah tahun 2018. Novi Danastri. Akhir tahun 2018, satu bulan setelah insiden kebakaran rumah Jagakarsa, nomor NIK atas nama ini tercatat melakukan pembelian tiket perjalanan pesawat ke Pulau Batam. Setelah sampai di sana... nggak ada riwayat apa pun yang nunjukin kalau dia balik lagi ke pulau Jawa."

Baskara mengangguk. "Identitas palsu biasa yang bisa dibeli siapa saja di pasar gelap."

Skye mendecak. "Lo selalu milih jawaban yang paling ngebosenin, ya."

"Yang paling membosankan biasanya paling masuk akal."

"Hidup lo pasti seru banget."

"Efektif."

Skye memutar bola matanya. "Gue baru pertama kali ketemu manusia yang bisa bikin kata efektif kedengeran kayak penghinaan."

"Nama kedua Siska," Skye melanjutkan rute datanya menuju kotak dokumen tengah. "Tercatat alamat domisilinya tahun 2019 di kawasan kompleks Perumahan KPR bersubsidi di wilayah Tangerang Selatan."

"Masih masuk kategori jalur identitas acak yang nggak ada kaitannya sama Chacha" sela Baskara skeptis.

"Nah ini dia." Skye menunjukkan log log forensik serangan siber pusat pertahanan pemerintah. "Setelah event serangan pas jaman Covid, nama Siska menghilang dari peredaran."

Baskara terdiam, matanya menatap grafik garis waktu digital yang berjejer kaku di layar komputer Skye.

"Dan nama terakhir yang paling aneh, Nistina," Skye menggulir kursornya ke baris paling bawah. "Tahun 2022, nama ini mendadak muncul terdaftar sebagai staf administrasi di klinik kesehatan kecil di pedalaman Indramayu. Terus, enam bulan kemudian." Skye menunjukan rekaman CCTV dari berbagai kamera lalu lintas.

"Dia ada di Jakarta." Jemarinya pindah ke foto rekaman lain. "Dia naik bus di stasiun Pasar Rebo, dan berakhir di Bandung."

Baskara memajukan wajahnya. "Terus?"

Skye membuka portal berita tahun 2020. "Satu hari kemudian, berita skandal penjabat negara ini jadi trending topik." Ia membuka rekaman kamera lain. "Dua jam kemudian, kerusuhan terjadi." Jari telunjuknya menunjuk ke gambar seorang pria dengan luka sayat melintang di wajahnya. "Gue rasa dia punya hubungan sama Chacha."

Alis Baskara mengkerut. "Kenapa bisa?"

"Dari rekaman ini, bisa keliatan kalo dia jadi inisiasi kerusuhan setelah berita skandal penjabat naik." Skye menarik napas panjang. "Setelah itu, nggak ada kabar lagi dari mereka sampe tahun ini."

Baskara mendongak, menatap lurus wajah Skye. "Kalo lo nggak nyolong data Hydra, lo bisa jadi analis independen Skye."

Skye menyeringai. "Gajinya lebih gede daripada buronan nggak?"

Lihat selengkapnya