KISS ME FIRST, KILL ME LATER

Arata Kaivan
Chapter #16

16. TAMAN KOTA

Terik siang memantulkan panas aspal jalanan kota yang padat. SUV hitam melaju lambat, merayap di antara kemacetan panjang jalanan Ciputat. Suara klakson kendaraan bersahutan dengan teriakan para pedagang kaki lima di pinggir jalan.

Di dalam kabin, AC berembus sejuk.

Skye melirik Baskaea, mengamati raut wajahnya yang tetap kaku menghadap ke depan. "Bas. Capek nggak?"

Baskara terdiam sesaat. "Sedikit."

Skye menegakkan duduknya, matanya membelalak. "Anjir."

Baskara melirik sekilas. "Apa?"

"Lo ternyata punya indikator capek. Gue tadinya ngira lo itu robot yang ditenagai aki basah."

Baskara mengabaikannya, kendaraan mereka perlahan membelok memasuki jalur drive-thru restoran cepat saji di pinggir jalan.

Skye mengerjap, menatap plang kuning di depan mereka. "Ngapain kita ke sini?"

"Makan."

"Kenapa nggak masuk aja ke restoran?"

"Nggak aman."

"Emangnya drive-thru aman?"

"Kita nggak turun dari mobil."

Suara intercom menyambut dari kotak pemesanan. "Silakan pesannya, Pak."

Baskara menoleh. "Dua."

Skye mencondongkan tubuhnya, bersuara lewat celah kaca jendela yang terbuka. "Mbak, paket ayamnya satu ekor, ya!"

Baskara menoleh.

Skye balas menatapnya tanpa rasa bersalah. "Gue masih trauma sama suwiran, biar lunas utang lo tadi pagi."

Petugas drive-thru di seberang sana terdengar menahan tawa kecil lewat mikrofon. Baskara mengembuskan napas pelan. "Tambah satu ekor."

Kaca jendela tertutup otomatis. Skye tersenyum lebar.

Lima belas menit kemudian, SUV hitam itu menepi di area parkir pinggiran taman kota yang rindang. Beberapa lansia duduk santai di bangku kayu, anak-anak berlarian riang di jalur sepeda.

Skye membuka bungkus kertas ayamnya, lalu melirik ke luar jendela. "Kita makan di sini aja, Bas."

Baskara menggeleng. "Di mobil."

"Bosan. Pengap."

"Lebih aman di dalam."

"Cuma lima menit, elah. Matahari lagi bagus." Skye menunjuk hamparan rumput hijau di bawah pohon angsana besar.

Baskara menatap Skye lekat-lekat, lalu melirik situasi sekitar taman yang lengang, lalu mengangguk kecil. "Lima menit."

Skye tersenyum tipis.

Mereka duduk bersisian di atas bangku taman kayu yang dicat hijau tua. Jarak di antara mereka masih menyisakan ruang selebar satu orang. Suara burung-burung berkicau menggantikan bisingnya klakson kendaraan.

Mereka makan dalam keheningan yang nyaman. Skye mengunyah makanannya perlahan, matanya menerawang memerhatikan sepasang kakek-nenek yang berjalan pelan sambil bergandengan tangan di jalur setapak seberang.

"Lucu ya," gumam Skye tanpa sadar.

Baskara menoleh sekilas. "Apa?"

"Mereka." Skye menunjuk pasangan lansia tersebut dengan ujung kentang gorengnya. "Mudah-mudahan kalau nanti gue tua... gue nggak nyebelin."

Baskara menelan makanannya. "Harapan yang berat."

Skye mendengus kesal, melemparkan sedotan bekas minumannya tepat ke arah dada jaket Baskara.

Lihat selengkapnya