KISS ME FIRST, KILL ME LATER

Arata Kaivan
Chapter #21

21. RED VIPER

Pagi menyeret terik matahari yang mulai memanggang aspal jalanan lintas kabupaten. SUV hitam meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta, merayap masuk ke wilayah Parung. Gedung-gedung beton bertingkat tinggi perlahan lenyap, digantikan deretan ruko, hamparan sawah basah, bengkel-bengkel motor kecil, serta toko onderdil bekas yang berjejer tak beraturan di pinggir jalan.

Di dalam kabin, radio mobil mendengungkan alunan lagu lama dengan volume rendah.

Skye beberapa kali menunduk, mencocokkan lembar daftar alamat digital di layar laptopnya dengan plang nama bengkel yang mereka lewati. Ia mendesah pelan, menutup laptopnya sejenak, lalu menatap lurus ke depan.

"Banyak juga ternyata."

Baskara fokus menyetir, kedua tangannya mencengkeram lingkar kemudi dengan stabil. "Kita mulai dari yang paling tua."

SUV hitam kembali melaju pelan mengikuti arus kendaraan pagi. Sesekali Baskara mengurangi kecepatan setiap melihat papan nama bengkel yang mulai kusam dimakan usia.

Skye mencoret satu per satu nama di daftar digitalnya. Jalan yang semula lebar perlahan menyempit, dipenuhi truk pengangkut material, pedagang sayur yang mendorong gerobak, serta deretan pengendara motor yang saling menyalip tanpa aturan.

Mereka mendatangi bengkel pertama, lapak kecil di sisi jalan raya yang berdebu. Tiga unit motor bebek tua berjajar di depan pintu yang terbuka. Seorang pria paruh baya berkaus buntung sedang mengasah kikir rantai.

Skye turun lebih dulu, menunjukkan foto wajah Rizal dari ponselnya. "Pak, tahu orang ini?"

Pemilik bengkel itu melirik sekilas, menggeleng pelan. "Nggak pernah lihat."

Mereka kembali masuk ke mobil, melanjutkan perjalanan ke bengkel berikutnya.

Di bengkel kedua, seorang mekanik muda tertidur pulas meringkuk di kolong mobil pick-up tua. Di bengkel ketiga, bau bensin bercampur oli menyengat kuat dari jejeran knalpot racing yang digantung di dinding. Di bengkel keempat, aroma skuter klasik, dipenuhi tumpukan ban luar Vespa berbagai ukuran. Di bengkel kelima, halaman depannya dipenuhi lumpur kering sisa motor trail penjelajah hutan.

Jarum jam di dashboard perlahan bergerak mendekati pukul sepuluh pagi. Lagu yang mengalun dari radio sudah berganti beberapa kali tanpa benar-benar mereka dengarkan. Setiap bengkel yang mereka datangi selalu meninggalkan pola yang sama. Turun dari mobil, menunjukkan foto, menerima gelengan kepala, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

"Mas... pernah lihat orang ini?" tanya Skye di bengkel kedelapan.

Si mekanik menggeleng.

"Pernah kenal?"

"Nggak."

Skye kembali masuk ke dalam mobil tanpa banyak bicara. Ia membanting tubuhnya ke sandaran kursi, mengembuskan napas panjang sambil menatap langit-langit kabin. Baskara menyalakan mesin tanpa komentar. SUV kembali bergerak.

Matahari tepat di atas kepala, membakar kulit siapa pun yang beraktivitas di luar ruangan. Baskara tetap tenang di balik kemudi, Skye mulai kehilangan sisa-sisa semangat hidupnya di kursi penumpang.

"Gue rasa kita salah jalur, Bas," Skye memijat keningnya yang berdenyut.

"Lanjut," sahut Baskara tanpa menoleh.

"Jawaban lo tiap gue protes cuma itu."

"Kita istirahat," Baskara memutar kemudi ke kiri,

SUV hitam menepi di warung kelontong kecil beratap terpal biru. Skye memesan es teh manis, Baskara memilih air mineral botol biasa.

"Sumpah ya..." Skye menjatuhkan kepalanya di atas meja kayu, rambut panjangnya. "Gue lebih milih diburu-buru sama sepasukan New Hydra daripada harus keliling nanya ke seratus bengkel motor."

Baskara membuka daftar digital di ponselnya. "Masih lima bengkel lagi di area sini."

Skye memejamkan mata beberapa detik, embusan angin dari kipas angin warung menerpa wajahnya. Ia mendesah panjang, menengadah menatap langit-langit terpal. "Gue pengen mukul orang."

Memasuki bengkel kesebelas hingga kelima belas, cahaya matahari yang terik membuat baju mereka basah oleh keringat. Debu jalanan menempel tebal di sepatu bot taktis Baskara dan sneakers kotor Skye.

Skye mulai bertanya asal-asalan ke setiap bengkel yang mereka datangi.

"Tahu Rizal?"

Lihat selengkapnya