KISS ME FIRST, KILL ME LATER

Arata Kaivan
Chapter #31

EPILOG

Udara pagi berembus sejuk di pelataran rest area. Di sela-sela deretan kendaraan pribadi dan truk logistik yang terparkir, sebuah coffee shop kecil menyala terang, memantulkan bias cahaya kuning ke atas lantai keramik yang bersih.

Skye duduk di meja sudut dekat kaca luar, menghadap cangkir kertas berisi americano hangat yang mengepulkan uap tipis.

Di seberangnya, Baskara berdiri tegak. Jaket taktisnya masih menyisakan noda jelaga samar dari sisa pelabuhan kemarin.

"Gue ke toilet sebentar," kata Baskara datar.

Skye tidak mendongak, jemarinya mengetuk permukaan meja. "Jangan lama-lama."

"Santai."

"Gue hitung sampai lima menit. Kalau nggak balik, gue samperin sampe bilik toilet.."

Baskara menatapnya setengah detik, lalu berbalik melangkah pergi menyusuri koridor menuju fasilitas umum. Skye memperhatikan punggung Baskara hingga menghilang di balik tikungan lorong.

Skye membuka laptop hitamnya. Ia kembali menatap deretan direktori file dan kode enkripsi dari data New Hydra yang ia curi.

TSebuah pop-up jendela obrolan tak dikenal muncul berkedip di sudut layar. Tanpa baris alamat IP. Tanpa pengirim yang jelas. Hanya ada satu kalimat pendek.

Kita akan ketemu.

Skye mengerjap, keningnya berkerut tajam. Belum sempat jari telunjuknya bergerak merespons, kursi kayu di seberang mejanya bergeser pelan mengeluarkan bunyi gesekan di atas lantai. Seseorang duduk di kursi itu tanpa diundang.

Skye mendongak. Seorang perempuan mengenakan jaket hoodie abu-abu kasual, duduk tenang menatapnya lurus. Tanpa riasan berlebihan, garis wajahnya dingin dan tenang.

Skye membeku. Napasnya tercekat di tenggorokan. "Lo..."

Perempuan itu tersenyum tipis, tidak menyangkal. "Halo Skye, gue Chacha."

Skye melonjak. Kepalanya menoleh cepat ke arah lorong toilet tempat Baskara pergi. Lalu melirik ke arah pelataran parkir luar.

Chacha menyandarkan punggungnya santai ke kursi. "Tenang."

"Lo... apa-apaan..."

"Calon Alpha itu nggak bakal ganggu kita."

Skye menyipitkan mata, menahan detak jantungnya yang bergemuruh. "Kenapa?"

"Renggo lagi ngurus dia di sana."

Baskara baru keluar dari area toilet, ia mengibaskan sisa air di jemarinya, berjalan santai menyusuri selasar koridor.

Tepat di tikungan koridor luar, seseorang berdiri menghalangi jalurnya. Seorang pria berambut gondrong mengenakan kaus hitam, celana jins, dan sandal jepit. Sebuah kaleng minuman kopi dingin tergenggam santai di tangan kanannya. Bekas luka sayat melintang panjang di atas hidung membelah wajahnya.

Pria itu tersenyum tipis ke arah Baskara.

Baskara menghentikan langkahnya. Otot-otot di sekujur tubuhnya menegang seketika.

Pria itu meneguk kopinya pelan, lalu mendongak. "Akhirnya kita ketemu juga."

Baskara menatap lurus mata pria di hadapannya. "Renggo."

Di coffee shop, Chacha mengaduk perlahan kopi di depannya. Suara sendok yang beradu dengan cangkir terdengar pelan di tengah riuh percakapan pengunjung kafe.

"Pertama..." ucapnya tanpa mengangkat kepala. "...gue minta maaf."

Skye mengernyit. "Maaf?"

Chacha mengangguk. "Karena gue sama Renggo sengaja pakai lo sama Baskara."

Rahang Skye mengeras. "Maksud lo?"

"Gudang Muara Angke."

Keheningan menggantung di antara mereka.

Chacha mengembuskan napas pendek. "Kalian nggak pernah jadi target utama."

"Terus?"

"Kalian cuma umpan."

Skye menatap tajam. "...Umpan buat siapa?"

"New Hydra." Chacha berhenti sejenak. "Dan Otoritas."

Mata Skye membesar.

"Kami butuh dua organisasi itu datang ke tempat yang sama."

"Kenapa?"

"Karena mereka sama-sama percaya satu kebohongan."

"Kebohongan?"

Chacha mengangguk. "Mereka percaya Renggo ninggalin sesuatu di sana."

"Padahal?"

"Padahal yang kami tinggalin cuma jejak."

Skye terdiam.

"Flashdisk yang Aban kasih ke lo," lanjut Chacha. "Itu cukup buat bikin informan New Hydra salah ambil kesimpulan."

"Jadi orang-orang itu..."Skye mengingat kembali pengejaran yang mereka alami sejak keluar dari Parung. "...bukan datang karena lo."

Chacha menggeleng. "Mereka datang karena mereka yakin Renggo baru melakukan kontak."

"Otoritas?"

Lihat selengkapnya