Blurb
"Sedekat nadi dalam darah, sejauh benci yang tak punya ujung."
Sejak dua belas tahun lalu, hidup Zephira berhenti menjadi miliknya. Ia dipaksa berdiri teguh sebagai tumpuan bagi ketiga adiknya, juga Misea-putri kecil yang tak pernah luput dari genggamannya. Namun, rumah tak selamanya menjadi tempat pulang yang hangat, bagi Zephira, bangunan itu hanyalah ruang penuh luka.
Kepergian ibu dan kakaknya meninggalkan lubang besar, memaksanya menjadi pelindung tunggal bagi Misea yang tak pernah diterima oleh keluarganya sendiri. Kini, saat masa lalu mulai menunjukkan jejaknya, Zephira menyadari bahwa rumah mereka tak seutuhnya seperti yang ia kira.
Di antara rahasia yang mendarah, Zephira hanya berharap mereka tetap bisa saling menyentuh, meski hanya dalam jarak doa.