Blurb
Bagi Nara, rumah seharusnya menjadi tempat pulang, bukan tempat yang tiba-tiba terasa asing.
Rumah yang awalnya dibangun dengan penuh cinta dan kehangatan harus runtuh karena ketidakjujuran.
Sejak saat itu, di balik dinding rumah yang tampak hangat dari luar, ia tumbuh bersama pertengkaran, luka-luka kecil yang tak terlihat, dan kalimat-kalimat yang perlahan meruntuhkan dirinya.
Mama dan papanya masih tinggal serumah, tetapi cinta di antara mereka mendadak mati, saat semua rahasia mulai muncul.
Nara . . . hanya menjadi saksi yang dipaksa dewasa terlalu cepat. Sementara Keenan-adiknya, mulai mencari pelarian pada tempat yang tak seharusnya.
Ketika semuanya terasa semakin sesak, Nara bertemu seseorang yang membuatnya percaya bahwa mungkin dunia tidak sepenuhnya dingin.
Namun, semakin ia mencoba mencari kenyamanan di luar sana, semakin ia sadar bahwa beberapa luka keluarga tidak pernah benar-benar selesai dengan menghindarinya, Nara diam-diam menjadi penjaga bagi orang tua dan adiknya.
Kita pernah menyebutnya rumah, yang kini terasa asing, karena tidak semua rumah benar-benar menjadi tempat pulang.