KITAB YANG DI BACA, NEGERI YANG LUPA

Ahmad Wahyudi
Chapter #13

PETIR YANG MENYAMBAR KEKUASAAN DAN HATI YANG TAK MAU BERUBAH

Surah Ar-Ra’d datang seperti gemuruh.

Namanya saja sudah keras.

Petir.

Suara yang tidak bisa dinegosiasikan.

Ia tidak berdebat.

Ia menyambar.


“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13:11).

Ayat ini terlalu sering dikutip.

Terlalu jarang dijalankan.

Semua ingin perubahan.

Sedikit yang mau berubah.


QS 13 berbicara tentang langit yang ditinggikan tanpa tiang.

Tentang matahari dan bulan yang beredar dengan presisi.

Alam taat tanpa rapat.

Tanpa revisi.

Tanpa lobi.

Dan manusia yang diberi akal justru gemar membantah hukum moral.


Surah ini menegaskan bahwa kebenaran seperti air hujan.

Turun dari langit.

Lalu mengalir di lembah sesuai ukurannya.

Buih mengapung.

Air jernih tetap tinggal.

Buih selalu lebih terlihat.

Tapi ia cepat hilang.


Ini satir yang elegan.

Yang berisik bukan selalu yang substansial.

Yang viral bukan selalu yang benar.

QS 13 tidak panik pada buih.

Ia tahu mana yang bertahan.


Surah ini berbicara tentang mereka yang memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambung.

Memutus silaturahmi.

Memutus keadilan.

Memutus amanah.

Dan mengira itu strategi.

Padahal itu awal kehancuran.

Lihat selengkapnya