KITAB YANG DI BACA, NEGERI YANG LUPA

Ahmad Wahyudi
Chapter #21

SIRENE HISAB DI TENGAH PANGGUNG KEKUASAAN

Kalau di QS 1 kita diajak ngaca, maka di gerbang berikutnya kita ketemu Surah Al-Anbiya. Surah ini rasanya kayak sirene panjang yang bunyinya pelan tapi bikin merinding: “Telah dekat kepada manusia hari perhitungan mereka, sedang mereka dalam kelalaian berpaling.” Bukan ancaman ala film, tapi pengumuman resmi. Deadline itu nyata. Masalahnya, yang sibuk justru pencitraan, bukan persiapan.

QS 21 dibuka dengan kritik keras soal lalai. Dengar ayat, tapi cuma lewat telinga. Datang peringatan, tapi dianggap hiburan. Ini bukan cuma soal individu. Ini potret sistem. Rapat jalan terus, proyek lanjut terus, tapi arah moralnya jarang dievaluasi. Seolah yang penting pertumbuhan, bukan pertanggungjawaban.

Kaum dulu juga begitu. Nabi datang, dibilang tukang dongeng. Wahyu turun, disebut cerita orang lama. Polanya sama: kalau pesan itu ganggu kenyamanan, labelin aja negatif. Hari ini mungkin gak bilang “dongeng”, tapi bilang “tidak relevan” atau “tidak kontekstual”. Padahal yang gak kontekstual itu merasa bisa lolos dari hisab.

QS 21 mengingatkan bahwa langit dan bumi tidak diciptakan main-main. Artinya hidup ini bukan eksperimen tanpa tujuan. Kekuasaan bukan permainan strategi lima tahunan. Ada desain. Ada aturan. Kalau kebijakan dibuat seolah dunia cuma soal angka dan elektabilitas, itu tanda lupa tujuan penciptaan.

Surah ini juga menyebut bahwa setiap jiwa akan merasakan mati. Simpel. Tegas. Gak bisa dinego. Jabatan berhenti. Pengawal bubar. Mobil dinas diganti. Yang ikut cuma amal. Bayangkan kalau setiap tanda tangan kebijakan dibikin dengan kesadaran ayat ini. Mungkin banyak yang mikir dua kali sebelum kompromi.

Ada ayat yang bilang para nabi ditertawakan. Dicemooh. Dianggap ancaman stabilitas. Jadi kalau hari ini ada suara kritis yang ngingetin soal keadilan, jangan buru-buru dicap musuh negara. Bisa jadi mereka cuma lagi ngelanjutin tradisi para nabi: ngomong benar di tengah sistem yang sensitif.

Lihat selengkapnya