KITAB YANG DI BACA, NEGERI YANG LUPA

Ahmad Wahyudi
Chapter #28

DARI ISTANA KE KORUPSI: QARUN, DINASTI, DAN ILUSI KEKEBALAN


Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Qashash (QS 28) adalah kisah tentang kekuasaan, harta, dan asal-usul. Ia dibuka dengan cerita Musa yang lahir dalam ancaman rezim Fir‘aun. Bayi yang dihanyutkan di sungai justru dibesarkan di dalam istana. Sebuah ironi ilahi: sistem yang ingin membunuh ancaman, justru merawatnya.

Sejarah sering kali begitu. Yang ditakuti penguasa bukanlah kekerasan, tetapi kesadaran.

QS 28 menunjukkan bahwa tirani selalu merasa bisa mengontrol masa depan. Fir‘aun membunuh anak-anak lelaki Bani Israil demi menjaga kekuasaan. Ia yakin strategi itu cukup. Namun Allah memperlihatkan bahwa rencana manusia, sekuat apa pun, tetap berada dalam genggaman takdir-Nya.

Satirnya, setiap zaman punya cara sendiri untuk “mengamankan” kekuasaan. Tidak selalu dengan pedang. Kadang dengan regulasi. Kadang dengan propaganda. Kadang dengan narasi bahwa semua ini demi stabilitas dan pembangunan.

Namun puncak satire QS 28 bukan hanya pada Fir‘aun. Ia pada Qarun.

Qarun bukan raja. Ia orang dalam. Ia bagian dari kaum Musa. Ia tahu kebenaran. Ia hidup di tengah umat yang beriman. Tetapi ia mabuk oleh harta. Allah menggambarkan bahwa kunci-kunci perbendaharaannya saja berat dipikul oleh sekelompok orang kuat.

Dan ketika dinasihati, ia menjawab dengan kalimat yang terdengar sangat modern: “Sesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.” (QS 28:78).

Bukankah ini logika yang akrab?

Sukses karena strategi.

Lihat selengkapnya