Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #6

Intermezzo di Meja Makan


“Ini kita nggak ditanya dulu mau atau nggak gitu?” protes San yang tanpa tanggapan. Empat remaja itu dipaksa mengikuti Bunda Tini.

“Saya bisa menyediakan baju ganti untuk kalian. Kalau mau request pun bisa, mungkin kalian ingin memakai merek atau model tertentu. Jika ingin menghubungi orang tua di rumah, saya bisa membantu.”

Orlin dan Bella berpisah dengan Kuncoro dan San. Mereka mengikuti Bunda Tini yang mengarahkan ke sebuah kamar sedangkan Kuncoro dan San dituntun ke arah lain.

“Lin, keknya ada yang nggak bener sama keluarga ini. Jangan-jangan mereka penganut sekte lalu kita mau ditumbalinnya? Kalau kupikir-pikir lagi, tak masuk akal ini kekayaan mereka. Apalagi Juno udah aneh gitu anaknya. Ini mirip sama film-film yang aku tonton. Apa aku hubungi ortu aku aja, ya, Lin? Bah, kenapa mendadak gemetar tanganku ini?”

Celotehan Bella sebenarnya membuat Orlin khawatir juga. Seumur-umur baru ini dia menapaki rumah orang dari kalangan atas yang untuk masuknya saja harus melalui penjagaan dan melewati hutan barulah sampai ke istana milik keluarga Juno. Seumur-umur juga dirinya menjumpai seorang remaja semacam Juno yang membuatnya was-was sekaligus penasaran.

“Mama suka kali kau punya kawan dari Oetomo itu! Kau baik-baikkanlah sama kawan kau itu, ya! Mama tadi sudah dihubungi sama kepala pelayannya, ya, aduh …, siapa tadi namanya? Tadi juga Mama boleh minta oleh-oleh kalau kau pulang nanti. Atau, kau pulang besok pun tak apalah, Bel! Jangan lupa oleh-oleh permintaan Mama tadi, ya! Mama mau pamer itu nanti sama kawan-kawan Mama. Biar tahu kalau Mama berkawan baik sama keluarga Oetomo. Makin terkenal pula nanti Mama punya usaha, ya. Pandai kau, Bel!”

Tawa kepuasaan sempat terdengar sebelum panggilan itu dimatikan. Bella menatap Orlin yang sama-sama terpaku mendengar reaksi keluarga Bella.

“Ciyus?” tanggap Orlin.

“Apalah Mama aku ini, hah? Tak sayang lagi dia samaku? Apa jangan-jangan Mama bakal senang kalau aku jadi tumbal keluarga Oetomo karena kebagian jatah pula? Oh, Mama!”

“Kak Kuncoro sama Kak San gimana?”

Bella menghentikan tangis dramanya kemudian membuka ponsel. “San sama Kuncoro bilang, kita ikut saja aturan mainnya.”

Lihat selengkapnya