Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #8

Anggota Baru


Juno sendiri yang berinisiatif mengantar semua temannya. Mercedes Benz berhenti di rumah Orlin karena yang paling dekat. Bella yang turun lebih dulu dari mobil akhirnya diikuti teman lainnya, termasuk Juno.

"Wah, besar pula rumah kau, Lin! Kerja apa pula orang tua kau?" selorohnya. "Mampirlah kita sebentar, ya!"

Wajah tenang Orlin berganti tegang mendengar ajakan Bella. Spontan saja dia menoleh kepada Juno.

"Tapi gelap kali rumah kau, Lin. Lagi pergikah papa sama mama kau?"

"Anu, Kak Bel ...."

"Lin!" Ketika panggilan itu terdengar, serentak yang di sana mengarah ke sumber suara. Seorang remaja dengan motor matik mendekat. Setelah melepaskan helm dengan buru-buru, dia menghampiri Orlin. "Weh, dari mana saja kamu? Tadi sore aku kemari tapi kamunya nggak ada. Aku coba hubungin nggak dibalas."

Orlin meringis sungkan. Ponselnya memang tak dimatikan, tetapi dia menonaktifkan fitur getar dan suara sehingga tak menyadari notifikasi apapun.

"Itu, tadi ada ekstra. Iya, ada ekstra. Makanya pulang telat. Kamu nyariin aku ada apa?"

"Oh. Nggak ada yang urgent, cuma aku baru tahu kalau kamu udah resign. Makanya aku mau konfirm lagi ke kamu. Kamunya nggak apa-apa, 'kan?"

Orlin menggeleng pasti. Ada senyum lega tercipta. "Aman, kok, besok aja, ya. Panjang ceritanya. Oh, iya, ini temen-temen aku. Kak, ini Linggar, temen SMP aku."

"Bella."

"Alexander. Panggil San aja."

"Kuncoro."

Linggar menyalami satu per satu teman Orlin yang diperkenalkan kepadanya hingga tiba giliran Juno yang tanpa reaksi. Jabat tangannya diabaikan.

Oetomo muda itu sedang memindai Linggar dari ujung rambut sampai sandal jepit kusam yang dipakai. Orlin yang cepat tanggap segera menyambar tangan Linggar.

"Ini Kak Juno," katanya gugup. Situasi canggung setelahnya membuat posisi mereka makin serba salah.

Lihat selengkapnya