Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #12

Ternyata Resmi


Orlin rela melepas sepatunya agar tak menggores deck kayu sintetis yang kini mengganti lantai kasar markas. Bising kipas industrial yang menggantung sejenak menarik perhatian. Bibir gadis itu bergumam takjub melihat lampu-lampu warm white khas kafe menghiasi kanopi. Meski belum dinyalakan, dia sudah bisa membayangkan betapa hangatnya suasana markas begitu sore tiba nanti.

Di ujung, Juno sudah duduk di meja kayu solid. Remaja itu tampak fokus dengan laptop. Kacamata bingkai hitam yang dipakainya sempat membuat Orlin pangling.

Welcome!” sambutnya saat melihat dua anggota klub tiba. Juno mengalihkan atensi dari layar kemudian merenggangkan tangan. “Kemarin aku udah izin San buat sedikit nambahin furnitur. Dia bilang oke dan atur aja. Gimana menurut kalian?”

Orlin dan Kuncoro saling pandang lalu mengangguk dan mengacungkan jempol bersamaan.

“Jadi nggak mau pulang kalau kek gini,” canda Kuncoro kemudian menyanding Juno.

Orlin menyusul dan ikut mengamati desain yang sedang diutak-atik sang Oetomo junior. “Kak Juno garap ini semua semalam aja?”

“Yang garap tim renov. Aku cuma setor desainnya.”

“Demi apa, Jun!”

Suara cempreng San membahana seketika. Otomatis Orlin dan lainnya menoleh ke arah San dan Bella yang baru tiba. Si gadis Batak bahkan sampai melepaskan tasnya begitu saja ketika melihat taman baru untuk tanaman-tanamannya.

“Cantik kali,” pujinya.

San tak henti berdecak kagum. Kepalanya dipegangi seakan ingin meledak begitu melihat perubahan drastis pada markas klub.

“Wah, aku makasih kali sama kau, Jun. Anak-anakku makin estetik ini kulihat,” ucap Bella.

“Ini seriusan gratis?” tanya San.

Juno mengangguk singkat sambil melepas kacamatanya. “Kalau perlu yang lain, bilang aja.”

“Bukan maen! Juno Oetomo, man!” San heboh sendiri. Dia memeriksa tiap sudut dan sisi markas. Bella masih mengagumi taman mininya sementara Orlin berbisik,

“Kesempatan yang dikasih Pak Kepsek, apa itu dari Kakak juga?”

“Bukan. Eyang yang minta.”

Meski dijawab singkat, baik Orlin maupun Kuncoro paham bahwa sang eyang tahu soal pelanggaran yang mereka buat pasti dari Juno sendiri. San dan Bella akhirnya ikut bergabung setelah puas berkeliling.

Lihat selengkapnya