Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #17

Negosiasi Antarkeluarga Diplomasi


Juno mengamati seekor ikan arwana yang nyaris tak bergerak dalam akuarium besar. Sementara di taman belakang, sang eyang bercengkerama dengan tamunya. Remaja itu hanya sesekali melirik dari balik tirai, berharap perbincangan itu segera berakhir. Seorang pelayan sempat menawarkan minuman ringan, tetapi dia menolak. Remaja itu bosan karena harus menunggu lebih dari satu jam.

Begitu terlihat pergerakan di teras pavilliun, dia segera bangkit dari sofa. Juno menunggu si tamu melewati jembatan barulah keluar dari area teras belakang. Seorang laki-laki paruh baya tertawa-tawa bersama kakeknya dengan sesekali melemparkan pujian tentang permainan catur yang sempat mereka mainkan.

“Sore, Eyang!” Juno menyapa lebih dulu. Wajah bosannya berubah berseri dan polos khas anak remaja.

“Juno!” Sang eyang menyambut. “Ini bungsunya Adinata.”

Si tamu tampak terkesima. Dia pun membalas Juno yang mengulurkan tangan. “Jadi ini si Oetomo junior? Lho, seragamnya sama kayak punya anak saya.”

“Dia sekolah di tempatnya Fernan, biar sekalian diawasi.” Sang eyang menjelaskan.

Si tamu makin kaget. “Oh, iya? Berarti satu sekolah sama Dito. Dia nggak pernah cerita kalau satu sekolah sama kamu. Wah, perlu diinterogasi itu anak bandel.”

Sang kakek tertawa santun.

“Kami beda kelas, Om. Dia mainnya sama anak-anak sepakbola.” Juno menyahut.

“Kamu tahu Dito?” tanya si tamu.

“Tahulah, Om. Dia kan terkenal di sekolah karena jago olahraga. Katanya, bakalan ikut kompetisi sepakbola antarsekolah, ya?”

Si tamu tertawa bangga. Dia mengangguk mantap. “Ya, begitulah Dito. Dari kecil memang suka olahraga terutama sepakbola. Saya mendukung saja asal nggak melupakan tugas sebagai murid.”

“Sebagai orang tua memang harus mendukung anak, selagi itu baik untuknya,” imbuh sang pemilik Oetomo Group yang disetujui oleh si tamu.

“Baiklah, saya pamit dulu, Bapak Aji. Untuk seterusnya saya hanya harus bertemu dengan Adinata saja, kan?”

“Ya, ya, langsung sama Adinata saja. Dia bisa handle sisanya.”

Si tamu tertawa lagi kemudian berpamitan dengan Juno yang membalasnya dengan senyum sopan.

Lihat selengkapnya