Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #20

Matik Merah di Perempatan


Orlin meletakkan gembor saat melihat kemunculan San dan Bella. Map biru dipeluk si gadis Batak dengan erat, tetapi wajahnya tampak lesu. Begitu mereka duduk, Orlin segera menghampiri.

“Gimana, Kak, pengajuannya ke OSIS?” tanyanya.

“Kita kurang di kegiatannya yang masih minim,” jawab San.

Giliran Orlin yang kini menunduk lesu. Jemarinya membuka lembaran dalam map tanpa arti.

“Yang kita bantu dulu itu kebanyakan perkara asmara. Kakak OSIS nggak mau itu dimasukin ke agenda klub,” sambung sang ketua.

“Lagian yang kita bantu kemarin itu udah putus. Nggak mau lagi mereka ketemu. Malah kayak Tom and Jerry,” sahut Bella.

Orlin menggaruk pelipis seraya meringis.

“Cuma satu yang di-ACC, itu yang bikin kita telat kemarin. Pas bantu hubungin dishub setempat buat benerin lampu lalu lintas yang mati beberapa hari. Kakak OSIS bilang cari kegiatan semacam itu aja biar layak masuk web sekolah,” tambah San.

Para remaja itu termenung setelahnya. Sebenarnya ada banyak yang bisa dibantu jika bersangkutan dengan lingkungan setempat. Hanya saja, itu tak sesuai dengan visi misi klub yang ingin menciptakan lingkungan sehat di sekolah.

“Kalau promosi lewat tim Jurnalistik gimana, Kak? Biar anak-anak tahu kalau ada klub untuk menampung keluhan mereka,” usul Orlin.

“Udah, sih. Tapi, melempem aja, tuh!” keluh San.

“Macam mana nggak melempem, orang anak-anak aja pada sangsi sama kita. Kau tengok Orlin. Dulu dia juga nggak ngeh kalau klub kita ini serius. Dipikirnya kita cuma nongkrong di sini.”

Yang ditunjuk tersenyum sungkan atas fakta yang disebutkan Bella itu.

“Tapi, nggak apa kalau kita bikin promosi lagi ke tim Jurnalistik. Coba peruntungan, ya, kan. Kali aja ada yang nyantol,” cetus San. “Sekalian ini …umh, aku ada ide buat bikin semacam video promosi.”

“Macam mana video promosi itu?” tanya Bella.

“Gini.” San yang tadinya duduk santai, mengubah posisinya menghadap penuh ke dua anggota lain. “Klub kita ini kan udah ada sosmednya, nih, meski anyep. Selama ini kita cuma bikin promosi copywriting aja. Nah, aku rasa kita perlu show up ke layar biar anak-anak tuh tahu siapa aja pengurusnya. Sekarang kan promosi visual lebih menjual daripada sekadar tulisan.”

Bella merapatkan bibir lalu menoleh ke Orlin yang sama-sama masih ragu.

Lihat selengkapnya