Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #28

Setelah Wangi, Kita Belajar


Aula di sisi timur sekolah tampak ramai siang itu. Banner berjudul: Kimia, Siapa Takut? terpasang di pintu masuk dan latar panggung. San sudah wara-wiri di dalamnya bersama ketua OSIS dan tim pelaksana. Kuncoro dibantu anggota satu OSIS mengurus merchandise sekaligus menerima tamu. Bella pun ditemani anggota OSIS lainnya untuk mengurus presensi. Orlin dan Juno menyiapkan konsumsi.

“Kak, ini beneran ada Madya Ayu?”

Bella saling tatap dengan Kuncoro lalu mengangguk yakin. “Iyalah, tertulis sudah itu di brosur. Macam mana kami melakukan pembohongan publik?” jawabnya, membuat anggota OSIS yang membantu agak shock karena balasan si gadis Batak terkesan ketus.

Dua siswa yang bertanya manggut-manggut lalu segera memasuki aula. Bella menggerutu, “Untung aja Juno kasih ide undang itu Madya Ayu. Kalau nggak mungkin sepi pula seminar kita ini, Kun.”

Kuncoro hanya menanggapinya dengan senyum profesional. Tangannya tak henti memberikan merchandise berupa snack dan deodorant untuk para siswa yang datang. Dia menghindari debat dengan si gadis Batak.

Orlin sesekali mengintip ke arah pintu masuk. Gadis itu gelisah sejak tamu pertama datang.

“Kenapa, Lin?” tanya Juno.

Si gadis menggigiti bibir. “Caroline datang nggak, ya? Aku sempet bujuk dia pas bantu Kak Kun nyebar brosur. Kalau nggak datang, sia-sia dong acaranya,” jawabnya seraya mengingat raut muka si siswi yang enggan, tetapi sempat menanyakan perihal kedatangan sang artis yang diundang.

Juno mengulas senyum tipis. Dia baru saja menata air minum dan makanan ringan untuk narasumber dan tim sang artis nanti. “Kalau lihat audiensnya saat ini, kemungkinan datang. Jauh-jauh hari Pak Kepsek ikut menghimbau, malah kasih nilai plus buat yang mau datang. Tenang aja, banyak cara lain kalau yang ini gagal,” katanya menenangkan.

Orlin mencoba menyingkirkan overthinking-nya dan kembali fokus pada tugas. Satu jam kemudian, aula hampir penuh dengan para siswa. Gedung sangat ramai dan berisik karena percakapan yang bercampur. Tim panitia sempat kalang kabut saat kekurangan kursi. Mereka memutuskan menggunakan karpet untuk yang datang di menit terakhir.

“San, artisnya datang!” teriak sang ketua OSIS.

San buru-buru meninggalkan tim dokumentasi. Dia melihat Madya Ayu dan timnya memasuki ruang tunggu. MUA, perintilan syuting, dan segerombol tim berkumpul. San terkesan karena mereka bekerja secara profesional meski mengundang secara mendadak.

Dua MC hadir ke panggung. Mereka melakukan sambutan. Setelah nama Madya Ayu disebut, para siswa bergemuruh. Suasana tambah meriah saat sang artis muncul. Siswa-siswi itu bersorak. Kamera hape diangkat tinggi. Mereka berlomba menarik perhatian dengan meneriakkan nama sang idola.

“Selamat siang, semuanya!” sapa Madya Ayu yang disambut teriakan antusias para siswa. Sang artis melakukan gestur terkesima. “Wah, terima kasih sambutannya yang meriah. Hari ini, saya datang memenuhi undangan kawan kita sebagai moderator. Tema kali ini adalah penggunaan bahan kimia di kehidupan sehari-hari. Tenang, saya nggak akan jualan skincare nanti. Jadi, dompet adik-adik dan Bapak Ibu Guru sekalian aman!”

Lihat selengkapnya