Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #29

Teka-teki Sang Ketua


Orlin membalas sapaan beberapa kakak kelas. Beberapa teman mulai kepo tentang Klub Merah Jambu. Orlin menanggapinya dengan senang hati. Sudah lama dirinya tak merasakan keakraban sejak dikucilkan.

Di kelas lain, Bella tak mampu mengontrol San yang berkali-kali memutar videonya bersama Madya Ayu. Bahkan, di background laptopnya kini terpasang selfie dirinya dengan sang artis.

Nasib Kuncoro sedikit beruntung. Remaja itu berlagak malu-malu kucing saat di meja dan lacinya terdapat cokelat, snack, gantungan kunci, dan bunga. Ada juga adik kelas yang terang-terangan memberikan cinderamata. Dia memotret semua hadiah itu lalu memamerkannya di grup KMJ.

Juno lebih berbeda lagi. Loker dan mejanya sepi. Kelasnya berjalan seperti biasa. Namun, segala foto candid saat dirinya fokus ke tugas sudah memenuhi galeri para siswi. Sebagian bahkan sudah menandai beberapa untuk dicetak.

Nama Klub Merah Jambu mendadak viral di kalangan siswa. Mereka mulai mengakui keberadaan klub yang sebelumnya dianggap main-main itu.

San tertawa-tawa sendiri saat memandangi laptop. Pipi pucatnya bersemu tiap kali melihat ulang interaksinya dengan Madya Ayu. Artis yang sedang naik daun itu sangat ramah, berbeda ketika mereka bertemu di kediaman Juno.

“San, kasus penguntit kali ini punyanya kakak kelas, kan ya? Dia anggota cheerleader? Soalnya baru update status WA lagi main pom-pom.”

Wajah tersipu San mendadak berubah saat layar laptop tiba-tiba mundur ke belakang dengan sendirinya. Rupanya Bella menjadi pelaku.

“Lama-lama retaklah ini layar kena radiasi bucin kau. Jawablah itu Kuncoro punya pertanyaan,” tegur si gadis.

San salah tingkah. Dia mengusap hidung lalu meminta Kuncoro mengulang.

“Klien bernama Aurora Nugroho, wakil ketua klub cheerleader. Dia nuduh mantannya di sekolah sebelah,” jelasnya sambil terus menggulir layar. “Siswa biasa, nggak main geng-gengan kayak Dito. Cuma … posesif parah. Kak Aurora yang minta putus duluan,” jelas San setelahnya.

“Mesti hati-hati pula kita, urusannya sama sekolah lain ini,” gumam Bella.

“Maaf, Kak San, kalau boleh tahu, mereka putus kenapa?” tanya Orlin.

“Dia pengin fokus belajar,” jawabnya.

Kuncoro berdecak. “Paling udah punya yang baru,” sindirnya yang langsung panik saat Orlin dan Bella menatapnya tak biasa. “Anu, maksudku mending jomblo aja kayak kalian. Nggak repot. Ini ada cokelat mau?”

Lihat selengkapnya