Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #33

Ruang Dingin Pak Kepsek


Ini kali ketiga Orlin berada di ruangan kepala sekolah. Pertama dulu adalah setelah kematian orang tua. Yang lainnya seperti sidang. Bedanya saat ini dia bersama San dan lainnya. Dia lega melihat sang ketua dalam keadaan sehat meski saat saling sapa tadi senyumnya singkat.

Empat anggota klub saling diam dalam canggung selama beberapa saat hingga guru BK masuk. Di tangannya tumpukan map menyita perhatian. Pak Kepsek segera membuka satu map paling atas sementara sang guru BK menunggu di sofa sebelah.

“Alexander Stefanus Gunadi,” panggilnya lalu San membalas sopan. “Raden Hadi Guntur Kuncoro, Arabella Sinaga, Orlin Candra.”

Orlin dan lainnya mengangguk disertai balasan santun setelah nama mereka disebut.

“Nama klub kalian … Klub Merah Jambu,” kata Kepsek lalu mengangguk-angguk. Tanda tangan dan stempel dibubuhkan di map tersebut setelahnya lalu diserahkan ke guru BK.

“Nanti kalian semua tanda tangan di sini, ya, setelah Pak Kepala Sekolah memberikan pesan.”

San dan lainnya serempak mengangguk saat guru BK menunjukkan bagian yang harus ditandatangani. Kemudian beliau berpamitan. Orlin hanya sempat membaca bagian yang tertulis: SURAT PERNYATAAN.

“Baik. Jadi, beberapa waktu lalu Bapak mendapatkan laporan dari pak satpam bahwa sempat ada orang tua siswa yang datang kemari, mencari anaknya.” Pak Kepsek memulai pembicaraan.

San langsung menegang saat mendengarnya. Tak perlu menebak lagi, itu sudah pasti kejadian seminggu lalu. Jemari dinginnya diremas tanpa sadar. Bibirnya dirapatkan. Dia memandangi map yang ditandatangani Kepsek tadi.

Tiba-tiba saja remaja kurus itu berdiri. Dia masih menunduk. “Maaf, Pak. Kejadian lalu itu memang orang tua saya. Kami sempat berdebat dan menimbulkan situasi yang tidak nyaman. Tetapi, itu sepenuhnya kesalahan saya. Saya siap bertanggung jawab. Anggota lainnya …,” San membasahi bibir. “sama sekali tidak terlibat.”

Orlin dan lainnya sontak menatap ketua mereka. Mereka mulai mengira-ngira maksud pemanggilan mereka dan isi map tadi.

Pak Kepsek mengangguk. Beliau meminta San untuk duduk kembali. “Kamu punya leadership yang bagus,” pujinya. “Tapi, Bapak bilang seperti tadi tanpa maksud apapun. Jadi, daripada membuat salah paham, dilangsung saja. Bapak telah mendapat laporan evaluasi dari Pak Rama terkait klub yang kalian jalankan. Hasilnya sangat memuaskan, sesuai syarat yang disepakati. Bapak terkesan.”

Lihat selengkapnya