Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #37

Lorong Bisik-bisik


Kaki kurus Orlin menaiki anak tangga dengan cepat. Pesan di grup untuk berkumpul di markas menjadi alasan. Gadis itu merasa ada yang tak beres. Harusnya San dan lainnya sibuk mempersiapkan diri untuk lomba esok lusa. Atau, mungkin ada kasus yang sangat penting untuk diselesaikan.

San dan lainnya langsung menjadikan si gadis yatim-piatu sebagai pusat perhatian begitu muncul. Dia mengkodenya untuk segera bergabung.

“Ada kasus, ya, Kak? Bukannya klub hiatus dulu?” tanya Orlin setelah mengambil tempat di samping Bella.

San menggeleng. “Pagi tadi, ada yang nanyain soal klub yang sengaja dibentuk buat lolosin kita dari catatan biru,” jawabnya.

Bahu Orlin menegang. Matanya melebar.

“Jujur aja, aku nggak tahu mereka denger dari mana. It just spread like wildfire.” Sang ketua mengimbuhkan.

Bella menggigiti jari. Kuncoro melipat tangan di dada, sementara Juno melirik sekilas ke arah Orlin. Si gadis mungil menunduk dalam dengan kening mengerut.

“Aku khawatir kalau anak-anak lain yang kena catatan biru bakal protes ke Pak Kepsek. Bisa-bisa kesepakatannya dibatalin.”

“Tapi, San, kita kan udah tanda tangan di surat pernyataan. Bermaterai, ada tanda tangan kita dan Pak Kepsek, ada saksinya--Pak Rama. Stempel sekolah juga. Nggak rela aku kalau mendadak dibatalin gitu aja. Kita udah kerja keras.” Kuncoro menyampaikan unek-unek.

“Siapa pula ini penyebarnya, yo? Kesal aku dibikinnya. Nggak mungkinlah kita cerita ke orang lain apalagi orang tua. Buka aiblah itu namanya.” Bella mengeluh.

Orlin merapatkan bibir. Jemarinya sudah bertaut kaku di atas lutut.

“Namanya juga rumor, Bel.” Kuncoro menyahut.

“Aku bisa minta bantuan eyang.” Juno akhirnya angkat bicara. “Berhubung beliau yang minta buat hapus catatan biru itu. Kita nggak bisa atasin ini tanpa bantuan orang lain. Rumor itu bakal ganggu fokus ke lomba nanti.”

San mengangguk-angguk, begitu pun dengan lainnya. Untuk kali ini, mereka berserah diri pada pertolongan orang-orang dewasa.

“Putri malunya nggak apa-apa kan, Kak Bel?” tanya Orlin pada Bella yang bersiap pulang.

Lihat selengkapnya