Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #42

Maaf Di Hari Senin


Orlin memasuki kelas dengan perasaan berbeda kali ini. Tak ada rasa bersalah. Tak ada rasa tak enak hati. Meski percaya dirinya belum kembali seratus persen, setidaknya dia tahu teman-temannya tak berhak menghakimi. Rumor tentangnya lenyap usai ketahuan siapa dalangnya.

Bisik-bisik sumbang tak terdengar lagi. Tatapan ganjil mereka menghilang. Yang ada hanyalah sikap canggung. Orlin pun sempat kaget saat beberapa teman menyapanya.

Begitu duduk, sebuah surat rahasia tergeletak di laci. Orlin mendesah. Cemasnya sempat muncul, rasanya jika surat itu dibuka akan muncul monster yang siap mencekik. Dia menoleh pada Niken yang duduk sendirian. Kedua tangan temannya itu bertaut di meja. Kepalanya menunduk.

Alis Orlin meninggi. Biasanya dia ikut merumpi dengan yang lain. Pada akhirnya, si gadis membuka surat itu. Isinya hanya tiga kata: Aku minta maaf.

Dia segera menutupnya kembali lalu mengembalikan ke laci. Orlin mengingat pesan Juno dan Linggar kemarin.

Manipulator itu sulit buat minta maaf. Jangan langsung percaya. Tapi kalau iya, bisa aja itu bagian dari skenarionya yang lain.

Kamu nggak harus benci atau menerima dia lagi, Lin. Jaga jarak aja.

Orlin meyakinkan diri. Linggar benar, dia hanya harus jaga jarak.

Saat itu, tiba-tiba saja ketua kelas bersama siswa lainnya menghampiri meja Orlin. Mereka malu-malu awalnya hingga si ketua mengutarakan maksud.

“Lin …, kami semua mau minta maaf,” katanya dengan gestur sungkan. “Kami udah nuduh kamu sembarangan selama ini. Semoga kamu maafin kami dan bisa baikan kayak dulu.”

Orlin menatap wajah teman-temannya yang menunduk malu kemudian berakhir pada si ketua kelas yang menunjukkan sikap tanggung jawab.

“Iya, aku maafin. Aku harap ke depannya kita bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi,” balasnya.

Lihat selengkapnya