Klub Merah Jambu

Ayuning Dian
Chapter #47

Tatapan Dingin di Kantin


“Orlin, tungguin!”

Orlin berhenti dan langsung berbalik begitu seseorang memanggil. Dia membalas senyum Niken yang berlari kecil ke arahnya. Mereka berjalan beriringan menuju kelas.

“Liburan kemarin kayaknya seru, Lin,” ucap Niken yang membuat wajah teman mungilnya penuh tanya. “Aku sempet lihat IG-mu. Liburan bareng anggota KMJ kan? Sama Linggar juga ternyata. Kalian pacaran?”

Orlin tersenyum sungkan. Dia enggan menjawab soal Linggar karena memang tak ingin orang lain tahu.

“Iya, kemarin bareng Kak San dan lainnya. Itu juga karena ada voucher dari Kak Alya sebagai tanda terima kasih ke klub,” ungkapnya.

“Oh, enak emang di sana, dapat banyak hadiah. Sayangnya aku udah didepak,” keluh Niken. “Salahku, sih.”

Orlin merasa tak enak hati membicarakan kebersamaannya dengan anggota kemarin. Maka, dia segera mengalihkan suasana.

“Kamu liburan ke mana?” tanyanya.

“Cuma ke Singapur, ikut papa. Tapi, nggak seru di sana. Tahulah … mama tiriku dan anak-anaknya nggak suka sama aku. Jadi rasanya nggak betah. Enakan kamu, bisa have fun sama yang lain meski nggak perlu ke luar negeri,” jawab Niken.

Si gadis mungil makin bersalah karena malah membuat suasana pagi di awal semester itu menjadi suram. Akhirnya dia memilih tak bertanya lagi.

Minggu pertamanya sebagai siswi kelas sebelas cukup menyenangkan. Dia merasa asing sekaligus bangga saat ada adik kelas memanggilnya ‘Kak’. Yang paling membuatnya antusias tentu tentang lomba paduan suara. Berminggu-minggu dirinya berlatih dan bulan depan adalah harinya. Pelatih makin intens memberikan arahan. Jadwal latihannya ditambah hingga hampir membuatnya absen dua minggu penuh dari kegiatan Klub Merah Jambu.

Untungnya, San memaklumi sehingga Orlin tetap bisa berkontribusi walau beberapa kali tak bisa ikut menyelesaikan masalah dari klien.

Lihat selengkapnya