03.
Raka
Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, Raka masih memiliki 2 agenda lainnya yaitu photoshoot untuk brand Parfum Sport, dan merekam beberapa testimoni endorse produk. Hari yang padat, gumannya. Kini dia terbaring lelah di kasur nyamannya sambil terus memandangi ponselnya. Ada sesuatu yang mengganjal. Sejak tugas kelompok masih berlangsung dan pembahasan soal Amigurumi Karakter dibuka, Raka masih belum menemukan foto pose apa yang bisa dijadikan pilihan. Ide ini brilian, sekali lagi Raka berguman. Membayangkan membuat dirinya versi crochet doll dan membagikan untuk fans militannya, bukankah ini ide yang sangat menyenangkan? Tapi Raka justru kebingungan foto apa yang harus dia pilih.
Raka bangun dari kasurnya, membuka feed instagram @Yarnandyay! Milik Nara dan Riri. Mengingat kembali obrolan mereka tadi bahwa pemegang kendali akun ini adalah Nara. Beberapa kali Raka mengetik sesuatu lalu dihapusnya. Bukankah mengirim foto dirinya sendiri tampak sedikit…aneh? Apakah ini hal yang biasa untuk client mengirimkan foto kepada perajut dan memintanya membuat figure? Raka akhirnya mengurungkan niatnya. Dari sekian banyak foto di Instagramnya, ternyata memilih satu untuk dijadikan boneka adalah aktivitas yang berat.
Tidak lama pintu kamar Raka diketuk. Raka tahu persis itu pasti ibunya.
“ Mam” Raka menyambut dengan riang. Berdiri di depannya, Naomi Wulan, wanita blesteran Jepang-Indo. Naomi datang memeluk Raka hangat. “ Hari ini sibuk lagi? Jay bahkan bilang kamu bawa temen-temen ke kantor”
“ Oh Jay si cctv” Jawab Raka kecut.
“ So? Everyhting oke at new school?”
“ Ya. Fun. Mam, tiap pagi banyaaak banget anak-anak yang nanyain project aku. Mereka nonton loh series terakhir Raka. They know my work.. emang bener saran Mas Darto kalau Raka harus masuk ke dunia sekolah ini karena it’s completely diff”
“ Mas Darto cuman minta kamu pindah sekolah aja kan? Tidak ada yang lain? Ngga kaya Alexa kan? Gimmic whatever it is.”
Raka tersenyum tipis. “ Iya, cuman minta belajar di sekolah negeri aja to know the vibe” Raka tahu dia berbohong.
“ Dinner dulu Raka, jangan bawa makanan ke kamar” Ibu Raka berjalan keluar.
Raka terdiam sejenak. Dari awal yang membuat permintaan Mas Darto ini sedikit mengganjal dihatinya adalah soal gimmic yang tidak dia ceritakan kepada Mam. Raka tidak masalah soal pindah sekolah, tapi saat Mas Darto meminta gimmic lainnya, hal ini menjadi berbeda.
“ Kamu tuh uda baca naskahnya kan? Ada aktor terkenal kena skandal dan dia terpaksa bangun image baru. Sekolah lah dia di SMA Negeri dan pacaran sama murid disana. Ini tu coba kamu bayangin, sebelum seriesnya keluar uda meledak dulu rumor tentang lo pacaran sama anak di sekolah tempat lo riset.. BOMB dong Raka..” Mas Darto menjelaskan dengan semangat kira-kira 2 bulan lalu di kantor IS.
“ Ya elo ngga usa pacaran beneran sama murid sana, kita bikin perjanjian aja. Makannya lo cari yang ngga baperan, yang ngga ngerepotin lo deh kalau ini masa uda abis.”
Raka bingung harus menjawab apa.
“ Alexa juga ngikutin Mas Darto ko Raka” Ucap Jay hati-hati. “ Bu Naomi ngga gimana-gimana juga waktu kita ajuin proposal gimmic Alex” Jay meyakinkan.
“ Why an ordinary student? Kalo cuman pacaran palsu haha hihi buat aja aku pacaran sama sesama artis? Lebih gampang sama anak agensi kan? Tanya Raka tidak habis pikir.
“ Iya karena pemeran utamanya lo sama Alexa. Siapa manusia di Indonesia rayaa ini yang ga tau Alexa pacaran ama siapa? 1 Indonesia heboh Bro pas skandal kemarin” Mas Darto menjawab cepat. “ Raka, ini tu pertama kali kan sejak lo jadi artis cilik, lo dapet kesempatan pemeran utama. Ini ngga dateng gitu aja dan lo ga bisa terjebak terus jadi “Second Lead Syndrom”. Menang festival cuman untuk Pemeran Pendukung lagi dan lagi, come on Raka”
Kali ini jawaban Mas Darto terasa seperti menampar Raka. Tidak ada yang salah dengan jawaban tersebut. Kelas 6 SD saat Raka memulai dunia keartisannya, dia mendapat peran pendamping sebagai anak kecil yang hidupnya nelangsa. Banyak orang takjub dengan kemampuan aktingnya, tapi hal itu tidak membawanya kemana-mana. Raka tetap menerima peran-peran kecil sejenis seolah peran pertamanya sebagai anak laki-laki nelangsa terlalu melekat. Masuk usia SMP, tidak ada peran utama yang bisa Raka dapatkan. Usia yang nanggung, begitu jawaban banyak produser. Masuk usia SMA awal Raka bergabung dengan series tema percintaan remaja dan justru membawa Raka ke lingkaran 2nd Lead Syndrom. Raka dengan peran sempurnanya membuat penikmat series merasakan bahwa peran Raka yang selalu “disia-siakan” Pemeran utama wanita sangat melekat. 3 series dia jalani dengan tema yang sama. Untuk peran pembantu utama, Rakalah juaranya.
Jadi apa yang disampaikan Mas Darto tidak ada yang salah. Raka memang selalu terjebak dengan peran-peran ini. Namun langkah ekstrim membuat gimmic pacaran palsu untuk peran utama, apakah ini berlebihan?
“ Asal Mam ga perlu tau gimmic ini, Oke?” Pinta Raka saat itu.
Raka melemparkan kembali tubuhnya ke kasur. Tenggelam dalam bantal-bantal nyamannya masih dengan pertanyaan yang sama, tidakkah ini berlebihan?
….……………………………..
Nara
Gulungan benang warna warni memenuhi setengah kasur Nara. Sesekali Nara membuka Instagramnya, tidak ada DM apapun dari Raka padahal jelas-jelas dia melihat Raka sibuk mencari-cari foto saat sedang bekerja kelompok. “ Jadi dia mau dibuatin yang mana?” Guman Nara penasaran. Dia bangkit dari kasurnya lalu membuka kembali Instagram namun kali ini dari Laptopnya. Dengan sadar dia mengklik instagram @Kaito.Raka dan menelusuri feednya. Terasa lebih lega dengan layar yang jauh lebih besar. Seketika itu juga Nara menyadari.. bukankah memang susah sekali mencari foto untuk figure amigurumi apabila hanya berdasarkan foto-foto di Instagram ini? Semuanya foto berkonsep untuk brand. Berbagai persona Raka tampilkan tergantung brand atau film dan series yang dia bintangi. Nara bahkan tidak memahami style mana yang benar-benar menggambarkan Raka sebenarnya . Kemudian dia kembali mengingat hari ini Raka tampil dengan sangat berbeda saat kerja kelompok. Makeup tipis, Jaket yang terlihat glamor, bahkan asesoris yang mencolok. Sangat berbeda jauh dengan Raka di Sekolah. Nara juga mengingat bagaimana Raka menceritakan kalau project boneka itu akan dia bagikan ke orang-orang yang ada di fans clubnya. Persona apa yang ingin Raka tunjukkan untuk fansnya? Nara tersenyum kecut. Bahkan memilih foto pun bisa menjadi sesuatu yang rumit untuk seorang artis. Nara menutup laptop dan kembali berbaring ke kasurnya sebelum akhirnya menyadari sesuatu.