Knit by Chance

Ayu ramani
Chapter #4

04

04

Nara dan Riri sedang duduk di perpustakaan sekolah dijam istirahat pertama. Tidak lama Tia pun bergabung.

“ Raka oke sih katanya pake foto dan benang ini “ Nara menjelaskan.

“ Iya kemarin gue juga chat dia sih gue nanya mau order berapa pc dulu buat merchandise ini. Abis sampling kelar dia mau order per batch gitu. Belum dibahas sih batch 1 mau berapa pc dulu..” Lanjut Riri serius. “ Dia tu royal juga ama fansnya yah?”

“ Ya namanya juga jadi artis dari cilik. Sinetron ama film dia tu banyak loh, cuman ya gitu ga pernah pemeran utama aja” Potong Tia. “ Series terakhir dia tu meledak kan yang di netflix..cuman yah.. 2nd lead”

“ 2nd lead syndrom kan.. pemeran pembantu lebih terkenal lebih hangat lebih ganteng dari pemeran utama” Riri menambahkan.

Nara diam mendengarkan kedua temannya saling bersautan. 2nd lead syndrom.. ada hal seperti itu di dunia perfilm an? Memangnya kenapa mesti mengkotak-kotakan peran? Bukannya selama seriesnya laku berarti memang pemerannya semua berkualitas?

“ Tapi lucu juga ya kalian tiba-tiba banget dapet orderan dari Raka” Canda Tia.

“ Awalnya gue beneran cuman bercanda tapi Raka seriusin” Jawab Riri. “ Siapa tau beneran bisa bawa @yarnandyay nambah followers” Riri tertawa.

Nara tersenyum mengingat jumlah followers yarn and yay yang 1000 pun ngga sampai, berbanding terbalik sekali dengan jumlah followers Raka. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba Nara membayangkan sesuatu yang tidak pernah terpikir sebelumnya, membayangkan followers Yarnandyay tiba-tiba membludak dan banyak orang melihat karyanya. Melihat karya-karya rajut yang dia buat sepenuh hati bersama Riri.. bukankah itu..menyenangkan?

Nara kembali melihat ipadnya yang sedang membuka halaman aplikasi menggambar. Disana terdapat pola untuk part kepala boneka Raka. Melihat kembali dengan hati-hati apakah ada pola yang salah. Terlihat sekilas beberapa rumusan crochet pattern seperti Magic circle, Single crochet dan Half double. Nara kemudian mulai mengaplikasikannya ke benang dan hookpennya. Kini Nara benar-benar sudah mulai mengerjakan project Amigurumi Raka Kaito. 

 

 

….………………………….

Raka

“ CUT!”

“ Great Job RAKA! ALEXA” Teriak Rico, sutradara series terbaru Raka.

Raka memeluk Alexa dan berucap terimakasih untuk hari ini. Gesture yang biasa Raka lakukan saat selesai proses syuting. Dia pun beranjak menemui Rico mengucapkan terimakasih yang sama.

Jay datang dan memberikan botol tumblr Kai. Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang tunggu. Masih ada 1 adegan lagi bersama aktor lain.

“ Bener sih gue ngga nemu sosial medianya” ucap Jay akhirnya.

Raka menoleh. “ Nara?”

Jay mengangguk. “ Gue tu kaya familiar sama nama itu… gue kaya pernah liat cuman gue ngga inget aja”

“ lo familiar sama semua perempuan cantik sih Jay”

Jay tertawa. “ Oh men, masuk katagori cantik versi Kaito berarti si teman sebangku ini?”

Raka terdiam. Baru sadar jawaban dia sebelumnya memang spontan soal kecantikan Nara. Tapi hal ini bukan sesuatu yang biasa dia lakukan. Raka bahkan hampir tidak pernah mengomentari fisik teman-teman artisnya. Yang dia tahu semua perempuan di industri ini kalau ngga cantik, cantik aja yah cantik banget. Jadi tidak ada yang perlu dikomentari. Tapi mengomentari Nara secara spontan ternyata sedikit membuatnya takjub. Bayangan Nara melintas dibenaknya. Beberapa kali dia melihat Nara cukup berantakan terutama rambutnya. Matanya Indah, Raka tau itu.. tapi terlalu sering tertutup kacamata kotak besarnya atau terlihat lelah. Ya, mata yang selalu lelah.

Raka menggigit bibirnya. Tidak menjawab pertanyaan Jay.

“ Kalo fix mau ajak dia buat gimmic, gue bakal dandanin dia biar lebih cantik daripada yang sekarang lo liat udah cantik” Jay menggoda.

Lihat selengkapnya