05
Raka
Pagi ini Raka sengaja menunggu Nara di parkiran mobil. Masih bersama Jay.
“ Lo kenapa ga langsung turun sih? Ngga biasanya” tanya Jay
“ Nunggu Nara bentar” jawab Raka cepat sambil celingukan melihat beberapa murid memasuki gerbang.
“ Mau bahas soal gimmic?” Tebak Jay cepat.
Raka diam tidak menjawab
Tidak lama dia melihat Nara berjalan mendekat gerbang.
“ Gue turun” lanjut Raka cepat-cepat membuka pintu.
Jay tersenyum memperhatikan gerak gerik Raka dari dalam mobil. Terlihat Raka menyapa Nara setengah berteriak.
“ Nara!”
Nara membalas dengan senyum tipis.
“ Raka, aku mau bahas soal amiguruminya”
Raka terdiam. Merasa mungkin ini bisa jadi cela untuk dia mulai membahas soal gimmicnya
“ Boleh-boleh. Kita bahas di luar sekolah aja ya?”
“ Eh kenapa?”
Raka tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Nara
“ Eeehh..” Raka berdeham pendek. Lalu tiba2 pandangannya beralih ke orang lain. Membalas sapa seorang murid yang berjalan menyapa Raka duluan.
“ Hi iya! “ sapa Raka
Nara menghentikan langkahnya sejenak. Lagi-lagi jumpa fans dadakan. Nara akhirnya memilih melipir dan berjalan lebih cepat sementara dari kejauhan Raka masih terjebak dengan beberapa pertanyaan teman-teman sekolahnya.
Nara memilih duduk dan tidak beranjak dari bangkunya sampai Raka masuk. Berniat melanjutkan pembahasan tadi.
“ Aku udah bawa kok amiguruminya.. kamu bisa liat dan…”
“ Kita bahas diluar sekolah aja ngga sih?” Jawab Raka singkat
“ Kenapa?” Tanya Nara masih penasaran. “ aku bawa kok bonekanya, kamu tinggal liat dan kasih feedback”
Raka menghela nafas. Memutar otak jawaban macam apa yang harus dia berikan agar Nara tidak curiga ada maksud lain dari pembahasan amigurumi ini di luar sekolah.
Nara masih menunggu jawaban Raka
“ Ini kan project yang masih belum di publish…… dan untuk fans club aku. Aku butuh element of surprised nya dan… jangan sampe bocor di sekolah” jawab Raka menggantung. Ini adalah contoh jawaban diplomatis kalau ada temen di sekolah ini menanyakan project series terbarunya. Raka merasa jawaban ini tidak 100 persen terlihat dibuat-buat untuk mencari alasan.
Ekspresi Nara terlihat terkejut sejenak. “ Ya ampun aku minta maaf. Bener2 ngga kepikiran”
Jawaban Nara membuat Raka sedikit merasa bersalah sudah membohongi gadis itu.
“ It’s okay” Raka singkat
“ Kalo gitu aku infoin juga ke Riri. Kira-kira kita mau ketemuan dimana?”
Dada Raka mencelot kaget. Baru saja dia berhasil memberikan alasan yang masuk akal dan sekarang harus membuat alasan apa lagi agar Riri tidak terlibat.
“ Ngga usah sama Riri sih” jawabnya bingung
“ Eh? karena?”