09
Bau obat memenuhi koridor rumah sakit hari ini, bercampur dengan dingin malam. Rumah sakit benar-benar tidak pernah menjadi tempat yang nyaman seberapa banyak pun Alfa menghabiskan waktu di sana.
Alfa mengeluarkan ponselnya, membawanya kearah depan, mengambil foto selfie.
Alfa
Mengirim foto ke grup percakapannya bersama Nara dan Riri. “Bocil SD” nama grupnya.
“Masih di RS. Huhu :(“ ketik Alfa
Riri menjawab cepat. “Mau gofood gak?”
“No Need…uda dikirimin Kak Lina” jawab Alfa
Nara mengetik “Uda malem banget! Kapanan kelar kemo cuman sore, tapi Ibu oke kan?”
“Beda jenis obat. Ibu aman. Besok sempet sekolah ngga ya? Capek gila”
“Kata gue sih bolos lah! Jangan ikutan tumbang juga, istirahat cukup” Ketik Nara kemudian dibarengi stiker setuju oleh Riri.
Alfa menghela nafas panjang. Senang merasakan kedua temannya yang selalu mendukungnya, tapi juga merasa janggal dengan pemandangan hari ini di Sekolah. Ada yang tidak biasa.
Awalnya saat melihat Nara menyapa Raka dengan senyum lebarnya, dia bahkan tidak menyadari Alfa berjalan di belakangnya. Senyuman itu sudah lama tidak Alfa lihat sejak kejadian kecelakaan kedua orang tua Nara. Alfa tahu persis bagaimana Nara menutup diri dari dunia luar selain persahabatan kecilnya dengan Riri dan Alfa. Tidak tertarik dengan pelajaran sekolah, tidak tertarik pada trend remaja kebanyakan, tidak berniat kuliah, bahkan awal kejadian, untuk makan saja Alfa ingat betul harus membawakan masakan Ibunya dan memaksa mati-matian Nara untuk makan.
Melihatnya berjalan dari jauh berbagi cerita dengan seorang artis ibukota, bukankah ini tidak wajar?
Dan Alfa lebih merasa tidak masuk akal ketika melihat Riri, Nara dan Raka menghabiskan waktu istirahat bersama. Membahas project yang Alfa tidak tahu apa.
Alfa menatap kembali layar ponselnya, melihat grup percakapan masih berisi Riri dan Nara yang saling bersautan.
Aneh…
Alfa tidak bisa mendeskripsikan perasaannya hari ini. Membolos dari sekolah selama hampir 1 bulan, lalu mendapati kedua sahabatnya kini terlihat sangat akrab dengan seorang artis di kelasnya…. Alfa benar-benar merasa tidak nyaman.
Pada akhirnya Alfa memutuskan saja untuk membolos keesokan harinya.
Fisiknya jelas lelah karena menjaga Ibu di RS selama proses kemo.
Tapi perasaan aneh dan tidak nyaman yang muncul hari ini, mendorongnya lebih besar untuk memilih tidak sekolah saja.
….…………………………………………………….
Raka
Sedikit merasa dejavu, Raka sedang memesan Grabcar untuk kedua teman barunya : Nara dan Riri, menuju ke studio foto tempat ia kerja hari ini. Daripada ditunda, pikirnya. Hari ini Raka bahkan tidak sekolah karena jadwal shooting dan photoshootnya yang padat, tapi mereka sepakat akan membahas project rahasia secepatnya. Lokasi foto hari ini yang tidak berada di kantor agensinya justru menambah perasaan deg-degan. Ini kali pertama Raka mengundang orang lain ke lokasi kerjanya.